BERBAGI
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, akan kembali mengevaluasi program Gubernur M Ridho Ficardo, perihal kembali menyelenggarakan Pemutihan Pajak Kendaraan (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) roda dua dan empat di tahun 2018.
Menurut Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, program unggulan Gubernur Lampung tahun 2017 lalu, banyak menuai respon positif dari masyarakat Lampung. Selain itu juga, program PKB dan BBNKB ini pun ikut andil dalam menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Manfaat program Gubernur Ridho ini banyak manfaatnya dan dirasakan masyarakat. Ketika target tahun 2017 lalu sudah tercapai maka kami coba kembali untuk mengevaluasi agar bisa diberi kesempatan untuk kembali menggelar program tersebut,” papar Hamartoni,
Kata Hamartoni, pihaknya nanti akan melakukan koordinasi dengan Bappeda serta unsur terkait untuk hal ini segera di inventarisir.
“Jika hasilnya baik untuk masyarakat kenapa tidak kita coba kembali evaluasi untuk yang kedua kalinya,” tukas Hamartoni.
Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, Pitterdono, melalui sekretarisnya A. Rozali, mengaku siap jika pemerintah akan kembali menggelar program unggulan Gubernur tersebut.
Kendati demikian, jika memang pemerintah kembali menggulirkan program PKB dan BBNKB di tahun 2018, seyogyanya bisa langsung digelar di pertengahan tahun ini.
“Tetapi tidak ada salahnya kita lihat dahulu potensi yang ada. Sepanjang banyak permintaan dari masyarakat kenapa tidak. Tidak lupa rekan kerja seperti di Samsat dan Jasa Raharja pun harus ikut mendukung,” jelas Rozali di Bandarlampung.
Seperti diketahui, dari 8 wilayah UPTB se-Lampung, UPTB Wilayah I mencapai target tertinggi dalam pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB tahun 2017.
UPTB Wil I yang membawahi wilayah Bandarlampung, Mall Kartini, Kontainer, SKLL UPTD I, Mall Ladies MBK, UPC Bandarlampung, dan Mall Chandra mencapai target 99,54% untuk PKB atau target Rp 295.000.000.000, dengan realisasi Rp 293.641.002.025 . Sedangkan target BBNKB mencapai 94,68% atau target dari Rp 290.000.000.000, dengan realisasi Rp 274.579.493.350.
Capaian target tertinggi ini juga pernah dicapai UPTB Wil I pada tahun 2016 dengan target Rp 253.000.000.000, dengan realisasi Rp 255.034.248.546, atau over target 100,80%.
Kepala UPTB Wil I Bapenda Lampung, Putri Kartarina mengatakan, meski UPTB Wil I mencapai target tertinggi, dia tetap berharap seluruh wajib pajak kedepannya tetap memiliki kesadaran terhadap pentingnya membayar PKB dan BBNKB.
“Saya berharap seluruh wajib pajak kedepannya memiliki kesadaran terhadap pentingnya membayar PKB dan BBNKB untuk pembangunan Provinsi Lampung yang kita cintai dan kita banggakan,” ujar Putri,
Mantan Kepala UPTB Wil III ini (Kota Metro, Sukadana, SKLL Sukadana, dan  SKLL Lab. Maringgai), berharap juga kepada wajib pajak tidak hanya membayar pajak ketika ada program Pemutihan saja, namun tetap membayar pajak untuk tahun-tahun selanjutnya.
“Pajak kendaraannya jangan dibiarkan menunggak, karena justru akan membebani wajib pajak sendiri dengan denda yang tetap harus dibayarkan,” ungkapnya.
Dari data yang ada, target dan realisasi di 7 UPTB di Lampung tahun 2017 yakni mencapai: UPTB Wil II 94,86% (PKB) dan 115,29 % (BBNKB), UPTB Wil III 97,79% (PKB) dan 93,59% (BBNKB), UPTB Wil IV 95,75% (PKB) dan 108,89% (BBNKB), UPTB Wil V 86,89% (PKB) dan 95,70% (BBNKB), UPTB Wil VI 90,07% (PKB) dan 94,92% BBNKB, UPTB Wil VII 94,29% dan 83,39% (BBNKB), dan UPTB Wil VIII mencapai target dan realisasi 84,59% (PKB) dan 83,10% (BBNKB).(jpn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here