BERBAGI

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyebut perkembangan ekspor dan impor Provinsi Lampung pada bulan Desember 2017 mengalami penurunan dibandingkan ekspor dan Impor bulan November 2017.

Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan Desember 2017 mencapai US$ 285,29 juta, mengalami penurunan sebesar US$ 12,80 juta atau turun 4,29% dibandingkan ekspor November 2017 yang tercatat US$ 298,08 juta. Sedangkan untuk nilai impor Provinsi Lampung Desember 2017 mencapai US$ 229,20 juta mengalami penurunan sebesar US$ 36,27 juta atau turun 13,66 persen dibanding November 2017 yang tercatat US$ 265,47 juta.

“Nilai ekspor Desember 2017 ini jika dibandingkan dengan Desember 2016 yang tercatat US$ 386,04 juta, juga mengalami penurunan sebesar US$ 100,75 juta, atau turun 26,10%. Sedangkan untuk nilai impor Desember 2017 tersebut lebih tinggi US$ 63,48 juta atau naik 38,30% jika dibanding Desember 2016 yang tercatat US$ 165,72 juta,” ujarnya saat memberikan keterangan pers-nya di Kantor BPS Provinsi Lampung, kemarin.

Lanjut Yeane, penurunan ekspor Desember 2017 terhadap November 2017 terjadi pada empat golongan barang utama tersebut yaitu, olahan dari buah-buahan/sayuran turun 25,89 %, bubur kayu/pulp turun 24,24%, lemak & minyak hewan nabati turun 23,83 %, dan kopi, teh, rempah-rempah turun 19,56%. Adapun satu golongan barang utama lainnya yaitu, batu bara mengalami kenaikan sebesar 115,70%. Dan penurunan impor pada Desember 2017 ini lebih banyak terjadi pada aneka barang-barang di luar lima gomngan barang utama (gula & kembang gula, binatang hidup, ampas/sisa industri makananm, pupuk, dan gandum-ganduman).

“Jika kita lihat nilai ekspor dan inpor sama-sama turun sepanjang tahun dari grafik Desember 2016 selisih ekspor dan impor begitu besar tapi kita masih menunjukan surplus sepanjang itu kita tidak melihat devisit beda dengan pola nasional pada akhir tahun yang mengalami devisit,”ungkapnya.

Sedangkan untuk kontribusi lima golongan barang utama terhadap total nilai ekspor bulan Desember 2017, sambungnya, Provinsi Lampung berturut-turut sebesar 35,15 % (lemak dan minyak hewan/nabati), 20,83 % (batu bara), 9,61 % (kopi, teh, rempah-rampah), 5,13 % (bubur kayu/pulp), dan 4,84 % (olahan dari buahbuahan/sayuran). Peranan kelima golongan tersebut mencapai 75,56 %. Untuk kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Desember2017 mencapai 32,48 %, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 11,88 persen, binatang hidup 9,42 %, ampas/sisa industri makanan 4,96 %, pupuk 4,34 % dan gandum-ganduman 1,87 %.

Sedangkan, jelas Yeane, negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada bulan Desember 2017 yaitu, ke Tiongkok mencapai US$ 52,40 juta, India US$ 39,90 juta, Amerika Serikat US$ 29,44 juta, Italia US$ 26,90 juta dan Brazil US$ 12,68 juta, peranan kelimanya mecapai 56,26 %. Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Desember 2017 menurut kelompok negara utama berasal dari Amerika Serikat sebesar US$ 59,14 juta, Uni Emirat Arab US$ 53, 74 juta, Australia US$ 21, 74 juta, Tiongkok US$ 10 55 juta, dan Argentina US$8, 12 juta,” tandasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here