BERBAGI
 Wakil Bupati Pringsewu Fauzi  meresmikan delapan (8) Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Komunal se-Kabupaten Pringsewu yang merupakan kegiatan DAK tahun 2017.
Peresmian secara simbolis berlangsung Selasa (23/1) dilokasi IPAL Komunal Pekon Panggungrejo Utara Kecamatan Sukoharjo.‎ Ditandai dengan pemotongan pita, penanda-tanganan prasasti dan pelepasan balon terbang oleh Wabup Fauzi.
Kedelapan IPAL Komunal program DAK itu berlokasi  di Kecamatan Pringsewu ada dua di Kelurahan Fajaresuk dan Pekon Podosari. Di Kecamatan Ambarawa hanya satu di Pekon Ambarawa Barat, di Kecamatan Sukoharjo ada tiga di Pekon Panggungrejo Utara, Keputran dan Pekon Sukoharjo III dan di Kecamatan Adiluih ada dua di Pekon Srikaton dan Sukoharum.
‎Dalam sambutannya Wakil Bupati Pringsewu  Hi Fauzi mengatakan tahun 2017 Kabupaten Pringsewu mendapat luncuran kegiatan DAK sanitasi untuk pekerjaan IPAL Komunal sebanyak delapan (8) lokasi dalam bentuk BLM yang turun langsung melalui rekening kelompok swadaya masyarakat (KSM).‎
‎”Ruang lingkup program Sanimas DAK Kabupaten Pringsewu diprioritaskan pada penyediaan sarana sanitasi masyarakat yang meliputi IPAL Komunal dengan sistem perpipaan atau kombinasi IPAL Komunal dengan sistem perpipaan dan MCK. Setiap lokasi akan terlayani 50 KK (200 jiwa) dengan rancangan kapasitas IPAL untuk 200 KK (800 jiwa), “Katanya.
Dikatakannya, setelah diresmikannya kedelapan IPAL Komunal ini, maka mampu mengurangi permasalahan sanitasi yang ada di Kabupaten Pringsewu dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan masyarakat.
“Peran aktif masyarakat kususnya pada Kelompok Pemanfaat dan Pemiliharaan (KPP) dalam upaya pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur yang telah terbangun serta kreasi dan inovasi demi tercapainya desa mandiri.Manfaatkanlah dengan sebaiknya lokasi IPAL Komunal itu sebagai sarana informasi, sosialisasi dan edukasi,”harapnya.
Lanjutnya, salah satu komponen utama kegiatan tersebut yakni pemberdayaan masyarakat. Selain itu kegiatan tersebut menggunakan beberapa pendekatan ‎seperti mempotensikan gender, otonomi dan desentralisasi dimana pemerintah daerah bertanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan dari pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian.
Disisi lain Wakil Bupati Pringsewu menuturkan, program Sanitasi-DAK adalah salah satu program pembangunan sanitasi yang diimplementasikan langsung kepada masyarakat melalui proses pemberdayaan masyarakat yang di danai APBN bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan tujuan untuk membantu mendanai pembangunan sanitasi sesuai prioritas Nasional.
“Maka disini keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama pembangunan sanitasi, melalui pelibatan masyarakat secara utuh dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi sampai dengan tahap pengelolaan dan pemeliharaan,”paparnya.
‎Wakil Bupati Pringsewu Hi Fauzi menambahkan, bahwa Pemkab  Pringsewu pada dua pekan lalu  juga telah meresmikan enam (6) fisik IPAL Komunal merupakan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat Islamic Development Bank (Sanimas-IDB) tahun 2017.
Ke-enam IPAL Komunal itu, empat berada di Kecamatan Pringsewu yakni di Kelurahan Pringsewu Timur, Pekon Rejosari, Margakaya  dan Pekon Bumiayu. Dua berada di Kecamatan Ambarawa yakni di Pekon Tanjung Anom dan Sumber Agung.(Sol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here