BERBAGI

Menjawab pertanyaan wartawan terkait penangkapan komplotan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh Polres Ternate dengan 4 pelaku yang merupakan warga Kabupaten Tanggamus Lampung, Kamis (1/2/2018) malam lalu.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si mengatakan akan mendatakan apakah para pelaku tersebut pernah melakukan kejahatan yang sama di wilayah hukum Polres Tanggamus atau tidaknya.

“Sementara kita cari data laporan masyarakat terlebih dahulu dan koordinasi dengan Polres Ternate apakah mereka mengakui, pernah melakukan pembobolan di wilayah hukum Polres Tanggamus,” kata AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si melalui WhatsApp, Minggu (4/2/18) siang.

Kapolres juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada jangan sampai menjadi korban saat transaksi di mesin ATM. “Agar kita tetap waspada dan terus lakukan upaya pencegahan supaya peristiwa itu tidak terjadi di wilayah hukum Polres Tanggamus,” pesannya.

Dilansir dari laman www.rri.co.id, komplotan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) asal Provinsi Lampung diringkus Kepolisian Resort (Polres) Ternate melalui Tim Unit Reserse Mobile (Resmob) Ternate, dengan inisial masing-masing PD (32), ES (31), SW (47) dan SP (32).

Kapolres Ternate AKBP Kamal Bahtiar didampingi Kabag Ops dan Kasat Reskrim saat melakukan pres release di Mapolres Ternate, Jumat (2/2/2018) mengatakan, keempat pelaku yang diringkus ini merupakan pelaku pembobol ATM lintas provinsi di Provinsi Lampung yang beraksi sudah sejak lama.

Untuk kronologi penangkapan para pelaku, lanjut Kamal, terjadi pada Kamis (1/2/2018) malam pukul 20:00 Wit setelah mendapat laporan pengaduan dari salah seorang karyawan PT Suwadharma Sarana Informatika (SSI) bahwa ada beberapa mesin ATM di Kota Ternate di jebol oleh sekelompok orang tak di kenal (OTK).

“Dari informasi tersebut unit Resmob bergerak cepat melakukan penyelidikan yang kemudian di temukan tempat persembunyian mereka di salah satu Hotel di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Kota Ternate Tengah,” katanya.

Menurut Kamal, penangkapan ke empat pelaku tersebut di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Moch Arinta Fauzi setelah mengidentifikasi para pelaku kemudian melakukan penggerebekan.

“Setelah ditangkap, anggota langsung melakukan penggeledahan di kamar hotel tersebut, dan dari hasil pengeledahan itu, tim Resmob berhasil mengamankan sejumlah uang dan beberapa Handphone serta kartu ATM,” ucapnya.

Untuk modus operandi yang dilakukan para tersangka saat melancarkan aksinya, kata Kamal, para pelaku mengganjal mesin atm menggunakan tusuk gigi biasanya, pelaku mengincar mesin atm yang sepi dari pengawasan sekuriti.

“Jadi tusuk gigi itu diganjal di tempat masuknya kartu. Saat korban mau masukkan kartu, kartunya keluar, itulah pelaku akan berpura-pura menolong, kemudian mereka akan mencoba untuk membantu memasukkan kartu ke dalam mesin, dan pelaku pinjam kartu lalu bertanya PIN-nya, ternyata memang tidak bisa kemudian pelaku menukarkannya dengan kartu palsu dan selanjutnya pelaku menjebol ATM milik Korban,” paparnya.

Kamal juga menegaskan, para pelaku yang melancarkan aksinya di wilayah hukum Polres Ternate ini, merupakan aksi pertama yang dilancarkan, sebab keempat pelaku ini baru saja tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate pada Kamis kemarin.

“Mereka ini kelompok pembobol ATM di Lampung sebelum ke Maluku Utara mereka beroperasi di Jakata dan daerah sekitar Jabodetabek selama 4 Bulan,” ucapnya.

Kapolres mengaku, saat melakukan pengembangan kasus di sejumlalah mesin ATM di kota Ternate, salah satu dari mereka mencoba mengelabui petugas dan melawan petugas, alhasil petugas mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku.

“Barang bukti yang kamis sita yakni, uang tunai Rp.5.500, 5 kartu BCA, 5 kartu BNI, 7 kartu BRI, 7 buah kartu Mandiri, 2 tusuk gigi, 5 lembar hasil transaksi BRI dan Mandiri, 2 kartu Cimb Niaga, 1 kartu BTPN, 1 kartu Maestro, 2 kartu SIM, 3 kartu KTP serta 2 Batang Tusuk gigi,” tuturnya.

Saat ini para pelaku tersebut masih ditahan di Mapolres Ternate untuk dilakukan pengembangan secara maraton sekaligus melakukan koordinasi dengan Polda yang sempat menjadi titik persinggahan para pelaku.

“Para pelaku ini kita jerat dengan pasal, 363 ayat (1) ke 4 huruf e subsider pasal 362 junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here