BERBAGI

Maraknya aksi premanisme dan praktik pungli di sepanjang Jalan Lintas Kotaagung- Kerui di Kecamatan Bandar Negeri Semuong Tanggamus sangat meresahkan warga. Pasalnya, para pelaku tersebut dalam menjalankan aksinya mengancam dan tak segan melakukan tindakan kekerasan terhadap korbanya jika tidak memberikan sejumlah uang.

Tak hanya itu, dari pantauan dilokasi praktik pungli yang mengatasnamakan sebuah Lembaga/Ormas tersebut, sampai mendirikan pos penjagaan di pinggir jalan lintas. Sasaran mereka adalah mobil-mobil angkutan barang dan mobil bak terbuka, yang melintas sepanjang jalan tersebut.

Sedangkan praktek premanisme, mereka menyasar ke pengusaha bahkan ke masyarakat kecil yang notabennya adalah petani. Motif operasi mereka adalah dengan memberikan jasa keamanan, mereka melakukukannya secara berkelompok dengan membagi tugas ada yang melakukan ancaman dan kelompok lain menawarkan bantuan keamanan.Tapi ujung-ujungnya minta uang juga, mereka sebut uang damai dalam istilah mereka.

Seperti yang terjadi dengan salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya, dia menceritakan bahwa dia pernah di palak preman, warga tersebut adalah seorang petani kates (pepaya-red) di Kecamatan Bandar Begeri Semuong.

“Mula-mula datang empat orang ke kebun saya, kedatangan mereka bermaksud membeli kates. Karena saya sudah punya langganan jual (Bos) dan saya juga punya hutang dengan Bos jadi saya tidak bisa jual ke mereka. Lantas mereka marah-marah dan mengancam akan menebang batang kates saya, waktu itu saya sangat takut dan langsung pergi. Besoknya mereka datang lagi ke kebun saya dan seperti kemaren mereka mengancam kalau tidak diperbolehkan untuk membeli. Tidak seberapa lama setelah mereka pergi datanglah empat orang kekebun saya, maksud kedatangan mereka mau memberi bantuan kepada saya dengan jalan memberikan sejumlah uang sebagai uang damai. Karena saya takut ya saya berikan uang ke mereka, saya kira kalau sudah di kasih uang urusannya sudah beres, tapi malamnya tetap saja kena curi kates saya,” ujarnya terbata-bata.

Terpisah, Polsek setempat saat dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, bahwa mereka kesulitan untuk menindak premanisme di Kecamatan Bandar Negeri Semuong dikarenakan masyarakat enggan melapor.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kepala Pekon setempat dan akan menghimbau supaya masyarakat jangan takut melaporkan atau menelpon kami jika ada tindak pemerasan.Jika ada warga yang melapor atau menelpon, kami siap bertindak,” tegasnya. (plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here