BERBAGI

Maju dalam kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanggamus Juni mendatang, Pasangan Calon (Paslon) Samsul Hadi-Nuzul Irsan mengusung tema “Pribumi”.

Berharap mendapatkan dukungan masyarakat karena mengklaim warga asli Tanggamus, justru dinilai bakal menjadi boomerang. Pasalnya, pemilih di kabupaten tersebut bukan sebagiam besar warga asli, melainkan banyak juga pendatang.

Menanggapi hal tersebut, Rizal Umar selaku aktivis dan tokoh pemuda Tanggamus yang selama ini gencar bersosialisasi dan vokal dalam memperjuangkan hak dan keadilan angkat bicara terkait marebaknya istilah “Pribumi” akhir-akhir ini.

Selaku putra daerah, dia merasa terpanggil untuk ikut meluruskan terhadap isu “Pribumi” yang akan mencederai Kebhinnekaan, pada akhirnya akan nemecah belah persatuan dan kesatuan.

“Istilah “Pribumi” tidak releven diterapkan di Tanggamus ini, itu dikarenakan penduduk Tanggamus terdiri dari berbagai suku, dan juga yang kita cari sekarang adalah pemimpin yang berkualitas yang memiliki kontribusi nyata dalam membangun Tanggamus ini,” ujarnya, Selasa (6/2/2018)

“Umpamanya jikalau ada tokoh luar daerah yang mau mencalonkan diri menjadi pimpinan di Tanggamus ini, selama dia berkwalitas dan mempunyai visi-misi bagus untuk memajukan Tanggamus saya siap pasang badan mendukung pencalonannya dan turut serta berjuang sampai dia menjadi pimimpin di Tanggamus ini,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung Yusdianto mengatakan, seharusnya calon kepala daerah tak membawa isu tersebut karena dapat merugikan diri sendiri. Pasalnya, pemilih di kabupaten tersebut bukan sebagiam besar warga asli, melainkan banyak juga pendatang, dan tentunya ini sangat merugikan.

“Isu SARA sangat kental sekali di setiap ajang pemilihan, tak terkecuali di Lampung. Seharusnya calon kepala daerah tak membawa isu tersebut karena dapat merugikan diri sendiri,” ujar Akademisi Universitas Lampung Yusdianto ,Sabtu (13/1/2017) lalu.

Sebab menurutnya, suku asli pribumi di Kabupaten Tanggamus belum tentu mayoritas, dan itu bisa menjadikan terkotak-kotaknya pemilih di sana,” jelasnya.

Sebelumnya, maju sebagai Pasangan Calon Kepala Daerah Tanggamus di Pilkada Juni mendatang, petahana Samsul-Nuzul pasangan kompetitor Dewi-Safei ini mengusung tema “PRIBUMI” dalam deklarasinya di Rest Area Taman Gisting, beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, kepala daerah adalah bagian dari pembagian kekuasaan pemerintah yang diatur dalam Undang Undang, yang didasari atas pertimbangan karakteristik daerah, sangat bertentangan dengan UUD 45, apabila justru calon-calon kepala daerah atau wakil kepala daerah dalam komunikasi politiknya dengan masyarakat memunculkan wacana “Pribumi” karena mencederai nilai-nilai PANCASILA, NKRI dan BHINNEKA TUNGGAL IKA, sesuai sosialisasi yang sangat gencar dilakukan pemerintah yaitu setiap warga negara adalah memiliki hak yang sama. Artinya, bila isu kedaerahan dilakukan maka bisa dianggap mempengaruhi masyarakat agar mengenyampingkan rasa persatuan dan kesamaan hak politik warga negara.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here