BERBAGI
LAMPUNG TENGAH – Berkarya, berkarya, dan berkarya. Semangat inilah yang selalu muncul dibenak para narapidana di Lapas Gunung Sugih. Dengan diberikan keterampilan, maka narapidana ketika bebas  sudah memiliki keahlian untuk bekal hidup di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sugih, Syarpani saat meninjau Bengkel Kerja Produktif Lapas. Senin, (19/2).
Syarpani menyampaikan bahwa saat ini Lapas Gunung Sugih memproduksi Ayunan dengan pangsa pasar yaitu  kantor pemerintahan dan taman kanak-kanak di wilayah Lampung Tengah.
“Kami mencoba memproduksi ayunan untuk anak-anak dengan memanfaatkan bengkel las dalam lapas. Dan saat ini sudah laku terjual 4 buah ayunan dengan harga 3,5 juta perbuah nya. Dengan bekerja, narapidana jadi termotivasi hidupnya, dapat mengaktualisasi diri, makin kreatif dan inovatif, serta menimbulkan kebanggaan diri karena adanya pengakuan sosial terhadap hasil karyanya.”, ujar pria penggagas Go Green di lapas ini.
Bapak tiga anak ini menyatakan bahwa hasil karya narapidana ini akan dipajang di Galeri Pemasyarakatan milik Lapas Gunung Sugih yang berada di lingkungan luar Lapas.
 ” Untuk menampilkan hasil karya narapidana, pihak lapas memfasilitasi dengan membuka galeri di lapas yang dikhususkan untuk  memamerkan hasil karya narapidana yang letak nya ada  komplek luar Lapas “, ujarnya.
Sementara itu, Rsd (45th), Narapidana menyampaikan apresiasinya karena telah diberikan pekerjaan didalam lapas.
 “Saya senang dengan adanya program pembinaan bengkel las di dalam Lapas ini, karena saya dapat melatih diri dan menambah keahlian, serta saya juga mendapat premi dari setiap ayunan yang terjual.”, ujar pria paruh baya tersebut.(dhe/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here