BERBAGI
foto: ist

Lampung Tengah, (ekstranews.com) – Lagi – lagi isu pungli menerpa Satuan Kerja Perangkat Daerah Lampung Tengah. Kali ini bau tak sedap diduga menerpa pada proses pembagian bantuan handtractor di Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah Januari 2018 kemarin.

Pembagian bantuan traktor guna membantu para petani demi meningkatkan produksi pertanian, rawan disusupi pungli di dalamnya. Penerima bantuan, yang notabene merupakan Poktan (kelompok tani) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dimintai sejumlah uang agar kelompoknya bisa mendapatkan jatah itu.

Informasi yang dihimpun wartawan, pungli yang diminta oknum di Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah untuk poktan maupun gapoktan penerima bantuan berupa hand tracktor nantinya dimintai uang senilai dari Rp 4 juta, hingga Rp 6 juta.

“Benar, memang segitu mintanya orang itu (oknum Dinas Pertanian, red),” ujar salah seorang ketua kelompok tani penerima bantuan.

Ia menambahkan, pungli itu diminta oknum tersebut sebelum hand tracktor tersebut diserahkan kepada penerima, yakni Poktan atau Gapoktan. Ia juga mewanti wanti agar nama nya tidak dipublikasikan.

Ketua kelompok yang mengaku menerima bantuan traktor ini menjelaskan, memang saat meminta uang kepada Poktan atau Gapoktan, oknum tersebut tidak memaksa mereka. Hanya saja, oknum tersebut menyatakan, bahwa jika tidak menyetorkan sejumlah uang maka kelompoknya bisa dipastikan sulit mendapatkan bantuan itu.

“Katanya kalau tidak mau tidak apa-apa, tapi bantuan itu akan diberikan ke kelompok lain. Sehingga kami mau tidak mau harus memberinya,” jelasnya.

Ia pun berharap tim saber pungli dan Bupati Lampung Tengah ikut melakukan pengawasan apabila ada bantuan lagi yang diturunkan untuk Poktan maupun Gapoktan.

Sebab, diakuinya, bantuan benih padi dan jagung pada 2017 lalu juga kami sempat mengadu dimintai uang pungli 2.500 per kilogramnya, namun ternyata tidak ada tanggapan.

Ia khawatir, pungli ini pasti akan terjadi apabila bantuan kembali dikucurkan. ’’Kalau bisa pak bupati turun langsung dalam pendistribusiannya. Kami ini hanya wong cilik kalau dimintai uang segitu setiap ada bantuan pasti bingung. Akhirnya kami petani iuaran agar bisa mendapatkan bantuan itu,’’ terangnya.

Sayangnya, Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah, Rusmadi enggan mengomentari lebih jauh terkait keluhan petani tersebut. “Saya pelajari dulu,” ujarnya melalui pesan whastapp.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here