BERBAGI

Loyalis Golkar Fasni Bima angkat bicara terkait pemecatannya sebagai Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung dalam rapat pleno diperluas yang digelar DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Pemecatan Fasni diduga lantaran telah dianggap merusak citra partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menanggapi hal itu, Fasni Bima menilai justru Yuhadi yang telah merusak citra Partai Golkar dengan mendorong sosok Arinal yang dianggap menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar maupun Cagub Lampung.

“Kata Yuhadi, saya (Fasni Bima-red) tidak bisa lagi mengatasnamakan sebagai pengurus DPD II Partai Golkar Bandar Lampung. Tetapi sampai saat ini saya masih bisa kok berbicara sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung karena belum ada surat pemberhentian selaku pengurus dari DPD I maupun DPD II,” kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Fasni Bima.

Pihaknya mempertanyakan sikap Yuhadi selaku Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung yang menuding dirinya telah merusak partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Ini memaksakan kehendak namanya. sudah jelas mereka yang merusak citra Partai Golkar Lampung. Saya bertahan, karena merasa sayang dengan Partai Golkar. Bukan seperti mereka yang seorang penjilat karena takut kehilangan jabatan dicopot sebagai pengurus. Akhirnya hal salah didorong untuk mempertahankan jabatan,” jelasnya.

“Kalau saya tidak masalah mau dipecat sampe 1000 kali juga silahkan. Karena sifat saya bukan seorang penjilat dan tidak gila jabatan, tetapi demi Partai Golkar yang saya cintai dengan 25 tahun waktu pengabdian,” tambahnya.

Selain itu, Yuhadi dinilai telah berkhianat dan tidak tahu berterima kasih atas jabatan sebagai anggota DPRD kota Bandar Lampung dan Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung.

“Perlu diingat Yuhadi menjadi anggota DPRD bukan karena Arinal ataupaun dari siapa-siapa, tetapi karena saya. mulut dan tangan saya ini yang merekomendasi Yuhadi untuk dicalonkan setelah sebelumnya tidak diperbolehkan oleh Heru Sambodo. Kemudian, saya coba meyakinkan sehingga Yuhadi bisa dicalonkan dan menjadi anggota DPRD,” ujarnya.

Terpilihnya Yuhadi menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung ia mengaku, tidak terlepas dari usaha dirinya usai meyakinkan M.Alzier Dianis Thabrani selaku Ketua DPD I Partai Golkar Lampung.

“Karena ada kedekatan, saya yang memohon-mohon ke Pak Alzier. Sampai saya menjamin, kalau Yuhadi ini akan baik dan tidak akan berkhianat. tetapi nyatanya penghianat. Saya merasa bersalah dan Bang Alzier setiap ketemu selalu ngomong, ini gara-gara kamu,” ucapnya.

Di lain sisi, ia merasa sedih dan kecewa melihat keadaan Golkar saat ini usai ditinggal 37 kader senior dari kepengurusan. Karena dianggap tidak sejalan dengan Arinal Djunaidi dalam meraih kursi jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung.

“Arinal tidak mungkin bisa menang. Karena mesin politik tidak berjalan,” pungkasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here