BERBAGI

Mimpi apa yang dialami bupati petahana yang  satu ini.  Berkas pencalonannya menuju periode kedua di KPU sudah dinyatakan lengkap.

Namun Nyono Suharli Wihandoko (56) bupati petahana Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami kejadian luar biasa.

Sabtu (3/2/2018) malam, Nyono digelandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Kabar penangkapan mengguncang publik di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Karena pria yang akrab disapa Mas Nyono itu tercatat sebagai Bupati Jombang.

Dalam dunia politik Jombang, nama Nyono Suharli bukan pemain baru.

Pria pengusaha yang juga petani tebu itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang periode 2008-2013 dari Partai Golkar.

Sebelum menjadi legislator, Nyono Suharli sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang, saat itu dia menggandeng Halim Iskandar yang saat ini menjabat Ketua DPRD Jatim.

Namun, pasangan Sunyono-Halim dikalahkan pasangan Suyanto-Widjono.

Dunia politik bagi pria kelahiran 8 November 1962 itu bukan barang baru.

Pada tahun ’90-an, dia tercatat pernah menjadi Kepala Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, beberapa periode.

Saat ditinggal menjadi anggota DPRD Jombang, kursi kepala desa diwariskan kepada Tjaturina Yuliastuti, istrinya.

D
Ketua PKK Jombang, Tjaturina Yuliastuti (dua dari kiri)
n
Ketua PKK Jombang, Tjaturina Yuliastuti (kanan)

Pada 2016, karier politiknya semakin moncer.

Dalam Musyawarah Daerah Partai Golkar Jatim, dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jatim periode 2016-2021. Jalan Nyono Suharli diikuti istrinya.

Pada Februari 2017, Tjaturina Yuliastuti juga terpilih menjadi Ketua DPC Partai Golkar Jombang dalam forum musyawarah cabang.

Nyono sepertinya masih penasaran dengan kursi Bupati Jombang. Pada 2013, berpasangan dengan politisi PPP, Munjidah Wahab, Nyono kembali ikut Pilkada Jombang.

Dia berhasil mengalahkan pasangan Widjono-Sumrambah.

Jabatan bupatinya usai pada akhir tahun ini.

Pada Pilkada Serentak 2018, dia masih berambisi mempertahankan kursi bupatinya.

Didampingi Subaidi Muchtar, dia kembali mendaftar sebagai calon bupati Jombang tahun ini.

Pasangan ini didukung koalisi lima partai, yakni Golkar, PKB, PKS, PAN, dan Partai Nasdem.

Namun, nasib naas menimpanya, sepekan sebelum dia cuti dari kursi Bupati Jombang, Nyono Suharli diamankan penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan.

Acara Konsolidasi Golkar Jatim Batal

Sekretaris Pemenangan Pemilu DPDPartai Golkar Jatim Aan Ainur Rofik mengaku terkejut dengan kabar penangkapan pejabat daerah di Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Pejabat daerah tersebut diduga Bupati Jombang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jatim.

“Tetapi, kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Aan dilansir Kompas.com, Sabtu (3/2/2018) malam.

Dia mengaku terkejut karena pada Minggu (4/2/2018) akan digelar acara konsolidasi pemenangan Pilkada Jatim di kantor DPD Partai Golkar Jatim.

Menurut rencana, acara tersebut akan dihadiri lebih dari 1.000 pengurus dan kader Partai Golkar se-Jawa Timur.

Selain itu, akan hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto serta pasangan bakal cagub dan cawagub yang diusung Partai Golkar, Khofifah Indar Parawansah dan Emik Dardak.

“Namun, karena ada sesuatu hal, acara (konsolidasi) tersebut ditunda,” ujar Aan tanpa menjelaskan alasan penundaan.

Menurut Aan, pertemuan akan tetap digelar, tetapi dengan format rapat internal DPD Partai Golkar se-Jawa Timur dengan pengurus DPP Partai Golkar, bukan konsolidasi pemenangan pilkada.

Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap dua orang, salah satunya kepala daerah di Jawa Timur dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu malam.

KPK tidak menyebut kepala daerah yang dimaksud. Kata Ketua KPK Agus Rahardjo, KPK akan mengumumkan jika penyidik di lapangan sudah tuntas bekerja.

“Tunggu konfrensi pers besok,” katanya.

Sementara itu, pada Sabtu malam, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Jombang. Setelah empat jam menggeledah, petugas keluar dengan membawa dua map.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here