BERBAGI

Terkait maraknya aksi premanisme dan praktik pungli di Kecamatan Bandar Negeri Semuong Tanggamus menjadi perhatian serius Bupati Tanggamus Samsul Hadi dan Kapolres setempat. Pasalnya, aksi para pelaku tersebut sangat meresahkan warga dikarenakan menggunakan ancaman dan tak segan- segan melakukan tindakan kekerasan terhadap korbanya.

“Menjaga ketertiban dan keamanan itu kewajiban Aparat Polres Tanggamus,” ujar Bupati Samsul, saat ditemui di kediamannya, Kamis (8/2/2018)

Menurut Samsul, kewajiban pemerintah adalah mencarikan solusi dan pembinaan, premanisme dan praktik pungli disebabkan mereka tidak bekerja dan adalah tugas Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk membuat dan menciptakan peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Tanggamus ini memiliki sumberdaya yang luar biasa, jadi banyak peluang pekerjaan. Tapi masalahnya mau atau tidak bekerja, kebanyakan mereka mengambil jalan pintas, intinya mau enak gak mau susah yang pada akirnya melahirkan aksi premanisme dan prakrik pungli. Ini harus di tertibkan dan saya minta kepada aparat Kepolisian untuk segera menertibkan, supaya tidak meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Tanggamus, AKBP. Alfis Suhaili,S.IK M. Si, mengatakan akan menindak tegas aksi premanisme dan prakrik pungli.

“Kita akan tindak tegas aksi premanisme dan praktik pungli, dan kami akan melindungi masyarakat yang melaporkan tindakan tersebut,” kata dia.

Untuk praktik pungli yang mengatasnamakan lembaga/ormas, jelas Kapolres Alfis, aparat kepolisian akan mengecek bersama dengan lembaga terkait, apakah mereka mempunyai izin atau tidak. “Jikalau mereka tidak mempunyai izin kita akan ambil tindakan tegas terhadap mereka,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi premanisme dan praktik pungli di sepanjang Jalan Lintas Kotaagung- Kerui di Kecamatan Bandar Negeri Semuong Tanggamus sangat meresahkan warga. Pasalnya, para pelaku tersebut dalam menjalankan aksinya mengancam dan tak segan melakukan tindakan kekerasan terhadap korbanya jika tidak memberikan sejumlah uang.

Tak hanya itu, dari pantauan dilokasi praktik pungli yang mengatasnamakan sebuah lembaga/ormas tersebut, sampai mendirikan pos penjagaan di pinggir jalan lintas. Sasaran mereka adalah mobil-mobil angkutan barang dan mobil bak terbuka, yang melintas sepanjang jalan tersebut.

Sedangkan praktek premanisme, mereka menyasar ke pengusaha bahkan ke masyarakat kecil yang notabennya adalah petani. Motif operasi mereka adalah dengan memberikan jasa keamanan, mereka melakukukannya secara berkelompok dengan membagi tugas ada yang melakukan ancaman dan kelompok lain menawarkan bantuan keamanan.Tapi ujung-ujungnya minta uang juga, mereka sebut uang damai dalam istilah mereka. (plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here