BERBAGI

Soal impor beras dari Thailand sebanyak 5500 Ton yang dilakukan Pemprov Lampung atas kebijakan Pemerintah Pusat, mendapat sorotan dari DPD Pesatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (PERPADI) Lampung.

Ketua PERPADi Lampung Midi Ismanto menilai impor beras tersebut danggap tidak perlu. Sebab, saat ini merupakan waktu menjelang panen bagi petani beras di Lampung dan tidak perlu lagi dilakukan impor.

“Saya kira perhitungannya tidak tepat. Artinya, Pemerintah seharusnya harus mengkaji terlebih dahuli secara komprehensif. Tidak tepat sebetulnya import beras hari ini dengan alasan apapun juga. Apalagi saat ini waktu menjelang panen,” jelas Midi, di ruang kerjanya, Kamis (8/2/2018).

Jika ingin melakukan kebijakan impro ini, kata Midi, seharusnya dilakukan di bulan November atau Desember ketika harga beras merangsak naik. Yang fungsinya, dilakukan untuk operasi pasar besar-besaran.

“Kalau di waktu itu tidak apa-apa, jangan mau panen malah impor. Pasti hancurlah petani, pasti turunlah harga beras. Kasihankan petani jika begini. Hancur ini,” kata dia.

Dia mengklaim ketidak kuasaan Pemprov Lampung untuk menolak ini merupakan ketidakcermatan untuk dalam menghitung antisipasi jumlah produksi padi, harga beras dan waktu panen serta jumlah stok pangan nasional.

“Apalagi momentumnya ini pemerintah lagi memproses penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP), sepertinya menunggu harga jatuh dulu baru HPP ditetapkan. Setelah itu bulan Juni-Juli harga pasar sangat tinggi lagi. Ditakutkan, akan gaduh lagi sebab bulog tidak bisa menyerap alasan harga pasar tinggi dan sulit,” jelasnya.

Sebelumnya, meskipun kondisi surplus, Pemprov Lampung tidak dapat menolak Kebijakan Pemerintah Pusat perihal import beras dari Thailand sebanyak 5.500 ton yang akan didatangkan besok di Pelabuhan Panjang.

Diketahui, Program cetak Sawah Baru seluas 13.875 Ha dan tahun 2017 seluas 6.775 Ha dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi.
Produksi Padi Lampung di 2017 mencapai 4,4 juta ton atau lebih 1,2 juta ton dari kebutuhan 3,2 juta ton.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here