BERBAGI

Penerimaan pajak di 2017 menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, dengan realisasi mencapai Rp1.339,8 triliun atau mencapai 91,0%. Meski tinggi kesadaran masyarakat terhadap pembayaran pajak masih rendah.

Dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menyadarkan masyarakat Indonesia untuk lebih patuh terhadap pajak. Pasalnya, sejak reformasi pajak dijalankan, pendapatan negara secara konsisten meningkat. Hanya saja rasio pajak masih rendah.

“Rasio pajak kita hanya 10,8% dari PDB. Bila dibandingkan dengan negara ASEAN ini terendah,” ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Rendahnya rasio pajak karena jumlah Wajib Pajak yang seharusnya melaksanakan kewajibannya masih sedikit. Oleh karena itu, kondisi ini menciptakan suatu keterbatasan belanja dengan tantangan yang harus dihadapi.

“Kita akan fokus dengan upaya memperbaiki peraturan, SDM, organisasi dan proses bisnis. Mudah-mudahan dengna semua upaya ini bisa terlihat suatu badan pajak yang lebih profesional,” sambungnya.

Dia melanjutkan, tahun ini pemerintah tengah mengkaji revisi Undang-Undang (UU) Pajak dan Bea Cukai. Hal tersebut perlu dilakukan karena kondisi sekarang sudah berubah.

“Kita akan sesuaikan UU dengan kondisi terkini. Kita tingkatkan kualitas standar pajak dengan sistem pajak efisien. Di mana hal ini membutuhkan dukungan informasi teknologi dan baik,” tuturnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here