BERBAGI
Anggota FPDIP Sumarsono memberikan edukasi pertanian kepada pelajar SMK Islam Gayau Sakti dan petani Rabu (14/3/2018)

Lampung Tengah, (Ekstranews.com) — Dalam rangka memberikan edukasi soal pertanian, anggota Komisi 2 DPRD Lampung Tengah Sumarsono mengadakan praktik lapangan kepada siswa-siswi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Islam Gayau Sakti.

Dalam kesempatan itu, para siswa diberikan pengetahuan tentang tata cara pertanian, pengobatan hama serta pembuatan pupuk cair organik dengan bahan bahan yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan juga meningkatkan hasil pertanian guna menuju kedaulatan pangan,” kata Sumarsono, Rabu (14/3/2018).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar lima 55 siswa SMK Islam Gayau Sakti dan beberapa petani dari Kampung Gayau Sakti.

Praktik kerja lapangan tersebut berlangsung di kebun percontohan milik Sumarsono yang berada di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.

‘’Kegiatan ini adalah mengajak anak-anak SMK untuk belajar lapangan, untuk mengamati berbagai macam tanaman yang ada di lahan kita ini. Kemudian ada juga pembagian pupuk organik cair untuk mengantisipasi dicabutnya subsidi pupuk oleh pemerintah, sehingga masyarakat sudah teredukasi, dicerahkan, dan dicerdaskan sehingga ketergantungan kepada pupuk kimia sudah berkurang,” terang Sumarsono.

Anggota FPDIP Sumarsono memberikan edukasi pertanian kepada pelajar SMK Islam Gayau Sakti dan petani Rabu (14/3/2018)

Terkait melibatkan siswa SMK Pertanian, politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, saat ini negara kita yang dikenal Agraris tapi sekolah-sekolah pertanian seperti di tinggalkan. Bahkan anak-anak muda banyak meninggalkan dunia pertanian sehingga program pemerintah yang mengejar kedaulatan pangan tidak akan mudah tercapai.

Oleh karena itu, Sumarsono melibatkan anak-anak muda, mengenai mereka, mencerdaskan, dan mengajarkan cara bercocok tanam yang baik, pengamatan penyakit yang baik, cara pembuatan pupuk cair organik dan sebagainya.

Sumarsono pun berpesan agar para siswa terus berbuat untuk masyarakat dan terus bersemangat karena di kebun ini ia memberikan berbagai contoh nyata, banyak tanaman yang tumbuh dengan baik, seperti jambu kristal, buah naga dan sebagainya.

“Di masa negara lalu kita selalu bangga memberikan buah-buahan untuk tamu kenegaraan, namun saat ini kita malah impor dari negara lain. Ayolah kita berbuat untuk masyarakat dan kalian sebagai anak muda, teruslah giat bercocok tanam, terus melakukan penelitian, edukasi-edukasi, sehingga penghasilan kita bertambah dan kedaulatan pangan yang seperti saya sampaikan berdikari dan berkepribadian betul-betul akan tercapai,” tuntasnya

Muhammad Bastomi, salah satu murid kelas 11 SMK Islam Pertanian Gayau Sakti mengatakan bahwa dengan adanya praktik lapangan tersebut dapat mengetahui penyakit yang menyerang tanaman ataupun pencegahannya.

Bustomi mengaku akan mempraktikan bimbingan dari Pak Sumarsono sehingga pengetahuannya semakin bertambah.

“Kendalanya adalah istilah latin dari penyakit tanaman, namun dengan adanya bantuan pupuk cair organik dari wakil rakyat, kami siap mempraktikan,” ujarnya.(advetorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here