BERBAGI
Sumatra Barat, (Ekstranews.com) – Beberapa hari ini, sebuab video beredar viral media sosial, menunjukkan seorang bule ditemani seorang wanita lokal berada diatas kapal dan menghadang kapal yang ditumpangi rombongan anggota DPRD Sumatera Barat dan DPRD Mentawai.
Bule tersebut mencoba melarang rombongan anggota dewan untuk berlabuh di Aloita Resort di Pulau Simakakang, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Ketua DPW NasDem Sumatera Barat, Malkan Amir, yang juga turut dalam rombongan tersebut menyayangkan sikap warga negara asing (WNA) yang mengusir dirinya dan melarang rombongan anggota DPRD yang ingin berlabuh di kawasan Aloyta Resort, Minggu 11 Maret 2018.
“Kami dengan rombongan berencana akan berangkat ke Padang pukul 3 sore, sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal Mentawai Fast ke Padang, pagi harinya sekitar pukul 9 pagi, menyempatkan berkunjung ke Pulau Simakakang, ketika kapal kami akan bersandar, seorang pria bule dan wanita lokal melarang kapal untuk bersandar,” ujarnya.
Padahal, lanjut Malkan, rombongannya hanya bermaksud untuk berwisata ke pulau itu selama dua jam. “Sampai sekarang, saya belum tahu identitas bule tersebut, apakah dia pemilik pulau dan dari mana asal negaranya. Namun seorang teman wanita bule itu dari wajahnya dia warga lokal,” tambahnya.
Ia menambahkan, Wakil Ketua DPRD Mentawai Nikanor Saguruk yang berasal dari NasDem sempat turun dan berdialog dengan manager Aloita Resort tersebut, dan menjelaskan rombongan hanya ingin berwisata sekitar dua jam di pulau itu. Namun dialog berakhir buntu dan rombongannya tetap diusir dari Pulau Simakakang.
Alasan mereka, kata dia, pulau sedang direnovasi, sehingga rombongan ditakutkan akan terinjak paku. Ia menilai alasan pengelola resort tidak logis.
“Kami berjumlah 11 orang dalam rombongan itu, Ketua Fraksi NasDem Sumatera Barat Risnaldi juga ikut dalam rombongan, karena mereka bersikukuh menolak kami bersandar, akhirnya kami meninggalkan pulau itu,”  imbuhnya. 
Ia mengatakan, pengusiran ini bakal menyebabkan terjadi konflik sosial antara penduduk lokal dan pengusaha pulau-pulau, yang disewakan di Mentawai. Ia telah melaporkan pengusiran itu kepada wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabaeleake. Pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti pengelola pulau itu.(tsl) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here