BERBAGI

Lampung Utara, (ekstranews.com) – Sejumlah Peternak kambing di Kabupaten Lampung Utara mengeluh akan pemasaran. Saat ini belum adanya patokan harga kambing saat melakukan transaksi jual beli.

“kami ke bingungan jual kambing tidak ada patokan harga standar untuk penjualan,” kata Parman, Minggu (4/3/2018).

Selain itu, tidak juga diketahui umur, berat serta tinggi badan hewan ternak ini untuk dijual.

“Pemasaran menjadi kendala pengembangan peternakan kambing sebab belum ada harga standar pada berat dan tinggi badan kambing yang dijual peternak,” ujarnya.

Parman mengaku untuk jual beli kambing, dilakukan atas kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Sehingga dimungkinkan hewan ternak yang ditawarkan dan dibeli pedagang dengan harga murah atau dalam hal ini tidak sesuai dengan berat dan tinggi kambing milik peternak.

“Di lapangan, kambing yang ditawarkan peternak sering di beli murah pedagang walaupun ukuran berat maupun tinggi badan cukup optimal dan peternak sering harus merelakannya sebab mereka terdesak kebutuhan,” ujar Parman seraya mengatakan pembeli kebanyakan merupakan belantik.

Menurutnya, harga kambing dikisaran Rp700 ribu-2,5 juta per ekor tergantung berat kecilnya kambing yang dijual. Sementara, untuk pemasaran di Lampung Utara, masih sebatas pada momen-momen tertentu dan acara aqiqah saja.

Hal senada dikatakan Poniman, peternak kambing lainnya. Pembelian kambing miliknya dihargai sangat murah. Padahal usia hewan terpaksa sudah berumur 2 tahun dengan bobot 40 kilogram dibeli dengan harga Rp 2 juta. Padahal ketika saudaranya akan hajat, harga jualnya mencapai Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta di pedagang.

“usia dan bobot kambing sama dengan milik Saya,” keluhnya. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here