BERBAGI

Ekstranews.com –  MMS (28) terus berusaha menutupi wajah cantiknya dengan kedua tangannya yang terborgol saat jajaran Polsek Kuta merilis kasus narkotika di Mapolsek Kuta, Jumat (2/3/2018).

MMS yang merupakan pramugari maskapai Garuda Indonesia, ditangkap lantaran konsumsi narkoba.

Tidak hanya jenis sabu-sabu, MMS bahkan mengonsumsi kokain.

Jenis narkotika ini sangat langka didapatkan serta nilai jualnya tinggi, satu paket seberat 1 gram dijual Rp 2,5 juta.

Pramugari yang diketahui aktif mengonsumsi narkoba sejak delapan bulan terakhir ini ditangkap di kosan elite-nya, Anika House, Jalan Lumut Nomor 62 D, Denpasar Barat, Minggu (25/2/2018).

Saat digeledah di kamar kosnya, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti sabu (0,12 gram) yang ditempel pada gantungan kaca rias, dua buah paket kokain, satu strip berisi 4 butir dumolid, dan satu buah bong alat hisap sabu.

“Kita amankan pramugari ini di kosnya dan ditemukan barang bukti sabu yang ditempel di hiasan pintu seperti gorden. Dia juga konsumsi kokain,” jelas Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya, di Mapolsek Kuta, Jumat kemarin.

MMS disebutkan sudah delapan tahun berprofesi sebagai pramugari dan memakai narkotika sejak delapan bulan yang lalu.

Wanita asal Jakarta ini menetap di Bali.

“Dia pakai (narkoba) saat off atau tidak melakukan penerbangan, untuk hura-hura, hiburan, atau party,” ungkap Wirajaya.

Selain MMS, jajaran Polsek Kuta juga menangkap tiga pelaku lainnya, FHM (37), DSB (37), dan BNY (41).

Ketiganya juga konsumsi dan mengedarkan narkotika jenis kokain.

Pacar Jadi Pengedar

Kompol Wirajaya menjelaskan, penangkapan terhadap MMS merupakan pengembangan dari hasil interogasi terhadap FHM, yang juga merupakan seorang pengedar.

Pria ini adalah pacar MMS dan ditangkap pada Sabtu (24/2/2018) di areal Central Parkir Kuta.

Saat itu, kepolisian memperoleh informasi bahwa di areal tersebut sering terjadi transaksi narkoba.

Mendapat informasi itu, tim opsnal Polsek Kuta langsung melakukan penyelidikan.

Kala itu, FHM mengendarai motor sambil memegang satu kotak wafer Astor.

Ia kemudian berhenti dan bertemu dengan seseorang berinisial DSB.

Tim opsnal Polsek Kuta yang sudah berada di sekitar lokasi langsung menghampiri keduanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan satu paket kokain berbungkus klip plastik di dalam kotak wafer Astor.

DSB mengaku sudah empat kali membeli barang terlarang itu dari FHM.

“FHM juga mengakui dirinya menjual barang tersebut kepada temannya (DSB), dan menggunakan narkotika jenis kokaindan sabu bersama-sama dengan MMS (pramugari),” imbuh Wirajaya.

Selidik punya selidik, FHM menyatakan dirinya memperoleh paket kokain tersebut dari seorang laki-laki bernama Benny alias BNY.

Kepolisian kemudian melakukan pengembangan dan mulai memburu BNY.

Berbekal ciri-ciri yang diperoleh, tim opsnal Polsek Kuta kemudian berpura-pura memesan beberapa paket kokain dan berjanji akan bertemu dengan BNY di Jalan Saraswati Seminyak, Kuta, Minggu (25/2/2018).

Tim opsnal Polsek Kuta yang sudah menyebar di lokasi melihat tersangka BNY mengendarai sepeda motor berwarna abu-abu.

Saat berhenti di parkiran SMAN 1 Kuta, kepolisian lalu menghampiri BNY dan melakukan penangkapan.

Meskipun sempat melakukan perlawanan, BNY akhirnya digiring ke Mapolsek Kuta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dari BNY, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti empat plastik bening, empat paket kokain, uang tunai Rp 20 juta, dan robekan plaster hitam.

Tersangka BNY mengakui uang Rp 20 juta itu dipakai untuk modal membeli kokainyang kemudian akan dijual kembali.

“Saat ini kami sedang melakukan pengembangan siapa suplier besarnya. Yang jelas, ada barang jenis kokain yang paling mahal kita baru ungkap peredarannya di kawasan Kuta, Seminyak,” tandas Wirajaya. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here