BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan menggelar Pekan Layanan Publik dari tanggal 16 hingga 21 April 2018.

Acara tersebut dilaksanakan di Jalan Soekarno Hatta Nomor 19 Bandar Lampung, Senin (16/4).

Kepala BKIPM Lampung Rusnanto mengatakan Badan Karantina lkan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, pada tahun 2017 telah menerbitkan sertifkat kesehatan ikan untuk ekspor sebanyak 165.956 sertifikat.

Dengan kenaikan sebesar 20,75 persen dari tahun sebelumnya serta nilai Dwelling Time (DT) yang disumbangkan oleh pemeriksaan KIPM saat ini hanya 0,03 hari dari keselurahan nilai DT Nasional yang mencapai 3,7 hari.

Angka-angka tersebut memberikan arti bahwa semakin banyak sertifikat yang diterbitkan maka kebutuhan masyarakat akan pelayanan KIPM semakin tinggi sehingga Badan KIPM harus terus melakukan langkah-langkah perbaikan pelayanan terhadap publik demi terselenggaranya pelayanan yang lebih efetif dan efisien.

Masih kata dia, dalam rangka mendorong langkah-langkah perbaikan pelayanan publik tersebut maka BKIPM menyelenggarakan Pekan Pelayanan Publik 2018 yang dimulai tanggal 16 hingga 21 April 2018, yang secara serentak hari dilakukan pencanangan (Launching) di 47 UPT KIPM diseluruh Indonesia.

Dalam Pekan Pelayanan Publik Tahun 2018, diharapkan setiap UPT KIPM dapat memberikan kontribusinya melalui beberapa hal yang dapat memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

Kemudian mempercepat proses penyelesaian sertifikat, memperlihatkan keramahan petugas, serta berbagai inovasi dalam pelayanan publik.

Kegiatan Pekan Pelayanan Publik BKIPM merupakan kegiatan rutin yang sangat penting diselenggarakan oleh Badan KlPM setiap tahun dan bagian dari kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.

Kegiatan Pekan Pelayanan Publik BKIPM dilaksanakan dalam rangka peningkatan Pelayanan Publik BKIPM yang semakin prima.

Pada Tahun ini tema yang kita angkat adalah ”Gerakan lndonesia Melayani Mewujudkan Pelayanan Publik Era Digital”.

“Hal ini memberi makna bahwa jajaran BKIPM di seluruh lndonesia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus inovatif seirama dan tidak tertinggal dari sistem yang berlaku dalam tatanan global, yang terus berkembang di era digital yang serba cepat, tanpa batas dan penuh perubahan dengan memanfaatkan teknologi moderen.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here