BERBAGI

Tanggamus, (Ekstranews.com) – Jajaran Polres Tanggamus terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dalam penanganan tenggelamnya dua penumpang kapal penyebrangan di perairan Batu Tangkai, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.IK. M.Si mengatakan kecelakaan tersebut diketahui berdasarkan laporan warga Kota Agung, Ikbal pada Kamis (12/4/2018) sore.

“Atas laporan tersebut, kami telah mengkoordinasikan dengan Basarnas, BPBD, Syahbandar, Polairud Polda Lpg dan Kodim 0424 Tgms. Selain itu juga, dengan pihak Jasa Raharja guna penanganan santunan terhadap korban,” kata AKBP I Made Rasma, S.IK. M.Si di kantor Syahbandar Kota Agung, Kamis (12/4/2018) malam.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun kecelakaan pelayaran, nama lambung kapal “Berkah Saudara” dengan rute Kota Agung – Karang Brak – Pulau Tabuan mengalami kecelakaan dihantam gelombang di perairan Batu Tangkil Kecamatan Pematang Sawa Tanggamus pada Kamis (13/4/2018) Pukul 15.00 sore.

“Data sementara Kapal penumpang tersebut mengangkut 17 orang berikut ABK dan beras Rastra diduga dihantam gelombang dan 2 penumpangnya terjatuh ke laut mengakibatkan keduanya meninggal dunia dan 1 orang dalam perawatan Puskesmas Teluk Brak,” jelas Kapolres.

Informasi tersebut, sambung Kapolres merupakan data sementara. Namun korban meninggal dunia dipastikan hanya 2 orang, “Pertama bernama Satiyem (60) warga Dusun Teluk Baru Pekon Teluk Brak Kecamatan Pematang Sawa dan yang kedua, Aminah (50) warga Desa Sidodadi Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah,” jelasnya.

Guna memastikan informasi terkini, di dermaga Kota Agung juga hadir Wakapolres Kompol M.Budhi Setyadi, S.IK. MM, Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, SH. S.Ik. Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, SH. S.Ik, Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis, Danramil dan Syahbandar Kota Agung serta anggota Sat Sabhara Polres Tanggamus dipimpin Ipda Sukarjo. Sekeretaris BPBD Maryani, serta Kasdim 0424 Tanggamus Mayor Inf Suhada Erwin dan Kepala Pekon Karang Brak Suminem.

Menurut Adi Nugroho, Kabid Kedaruratan mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi, perahu yang dimiliki Kasiman (51) tersebut karam sekitar pukul 15.00 WIB. Semula perahu berlayar dari Pelabuhan Perhubungan Kota Agung pada Kamis (13/4/2018) sekitar pukul 12.00 WIB siang.

Kemudian saat berlayar dan berada di lokasi kejadian perahu mengalami mati mesin. Lantas anak buah kapal melakukan perbaikan. Pada saat yang sama ombak datang dan menerjang perahu tersebut hingga terguling.

Ia menambahkan, sampai saat ini informasi masih bersifat sementara, sebab tim BPBD, Basarnas juga masih di lokasi untuk melengkapi data. Seluruh penumpang adalah adalah warga Kecamatan Pematang Sawa.

“Untuk saat ini kondisi cuaca masih ada badai di laut, maka tim kami juga belum bisa kembali. Sementara ini penyebab tenggelam karena faktor alam. Jika ada penyebab lain kami sudah koordinasi dengan kepolisian, Syahbandar, Dinas Perhubungan untuk memastikan penyebab lainnya,” terangnya.

Lantas menurut Kakon Karang Brak Suminem, selain mengangkut penumpang, perahu tersebut juga mengangkut beras sejahtera (rastra) sekitar 8 kwintal, 90 kg. “Beras itu untuk pekon kami sebab awalnya diberitahu beras sudah ada dan saya perintahkan untuk dibawa ke pekon,” ujarnya.

Ia mengaku untuk saat ini tidak memikirkan rastra tersebut, melainkan warga dan peristiwa ini. “Untuk beras nanti kami laporkan tapi itu tidak dipikirkan karena memikirkan musibah ini dulu,” tandasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here