BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) – Pemintah Provinsi Lampung, bersama PT. Harpindo Karisma, pejabat Kecamatan Pengubuan serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengadakan rapat koordinasi terkait penyelesaiaan persoalan pelepasan tanah seluas 2 hektar di Kecamatan Pengubuan Lampung Tengah, Selasa (24/4/2018).

Menurut Kepala Divisi Pertimbangan Hukum dan Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setiadi mengatakan, proses pembebasan tanah sudah melewati target yang ditetapkan. Kita sudah memulai prosesnya dari tahun 2016 dan sampai sekaranga belum juga bisa dimuli pengeboran, masih juga terlambat dengan pesolan pembebasn lahan tanah.

“Pemilik tanah saat ini tidak tahu kalau nanti peruntukan tanah mereka untuk kepentingan masyarakat juga. Jika mereka paham tentang hal ini, pasti tidak akan berlangsung alot. Tapi kita tidak berhenti, akan terus kita sosialisasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Way Pengubuan, Sahrif Anshory mengungkapkan, belum adanya kata sepakat persoalan harga disebabkan pihak pemilik tanah merasa harga yang ditawarkan belum rasional. Karena pemilik tanah merasa harga tanahnya masih jauh dari kata sesuai.

Terkait adanya pemberitaan bahwa pemilik tanah menginginkan saham, Sahrif menegaskan itu tidak terjadi. Pemilik tanah tidak pernah meminta saham.

“Dia hanya meminta harga yang sesuai, ini juga masih terus dinegosiasikan. Bahkan Pak Bupati juga ikut turun,” jelasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here