BERBAGI

Tanggamus, (Ekstranews.com) – Dugaan praktek pungli penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Suka Padang Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus gamblang terbuka. Kepala Dinas Sosial Rustam, berkilah dengan menyatakan bahwa pemotongan dana PKH itu ranahnya urusan antara warga penerima program keluarga harapan (PKH) yang di pungut dengan oknum pemungutnya.

Sementara pihak Polsek Cukuh Balak, yang jelas mengetahui kejadian dugaan pungli tersebut sejak awal mencuat, baru akan melakukan penelusuran.

Diketahui, dalam pertemuan membahas mencuatnya berita dugaan pungli dana PKH, Dinas sosial bersama para pendamping dan pihak Polsek Cukuh Balak dan Camat Cukuh Balak, menggelar pertemuan bersama warga penerima PKH/narasumber, di balai Pekon Suka Padang, Jumat (13/4/2018) lalu.

Hadir juga Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, Tim DPC AJO Indonesia Tanggamus, dalam pertemuan sekaligus berikan dukungan moral terhadap para narasumber, antisipasi adanya perlakuan intervensi dan introgasi dari para oknum Polsek setempat, Kepala Pekon Amir H dan para pendamping PKH Kecamatan Cukuh Balak.

Dalam pertemuan, Kepala Pekon Suka Padang Amir Hamzah saat menyampaikan sambutan, dirinya mengecam adanya pemberitaan dugaan pungli PKH di Pekon yang dipimpinnya. Amir Hamzah mengatakan, masalah pungli PKH itu sudah selesai dan tidak ada pungli.

“Masalah pungli PKH di pekon ini sudah selesai dan tidak ada pungli. Ibu-Ibu jangan takut, katakan apa adanya dan jangan percaya dengan berita bohong oleh media,” ungkapnya bernada kesal.

Dihadapan Kepala Dinas Sosial Rustam, Kapolsek Cukuh Balak R.Panggabean, narasumber media, KR salah satu narasumber penerima PKH, membeberkan dengan membenarkan pungli dana PKH sudah berlangsung setiap kali tahap pencairan.

Dari pencarian Rp1,5 juta dipotong sebesar Rp150 ribu. Pencarian berikutnya di potong sebesar Rp50 Ribu dari total Rp350 ribu. Untuk Ketua Kelompok I Nurlaelasari menarik potongan dana PKH sebesar Rp170 ribu/KPM.

Pengakuan ini, berbeda dengan sebelumnya. Sumiah mengaku pemotongan dana PKH disetorkan ke Pendamping PKH Linda dan Endang serta Kepala Pekon Amir Hamzah sebatas uang rokok.

Di sisi lain, Kadis Sosial Rustam disaat keluar ruangan pertemuan, tidak memberikan komentar lebih banyak, apa lagi mengambil sikap tegas sebagaimana hasil pertemuan jelas terbuka, dugaan praktek pungli terjadi.

Diberitakan sebelumnya, awal mencuat dugaan pungli dana PKH pada Desember 2017 lalu, Kapolsek Cukuh Balak bersama Kanit Intelnya hadir dalam pertemuan warga penerima PKH dan beberapa narasumber dan pendamping PKH.

Pertemuan berlangsung di Kediaman Kepala Pekon, ditengah pertemuan, warga penerima PKH (Sumber) yang tak lain merasa keberatan dipungut potongan, satu persatu di introgasi Kapolsek dan Kanit Intel layaknya pelaku kriminalitas.

Dari kejadian itu, warga penerima PKH yang awalnya berani memberikan keterangan menjadi takut, terlebih Kepala Pekon Amir Hamzah bersama perangkat pekon mendatangi warga penerima PKH satu persatu, mereka mengarahkan untuk tidak memberikan informasi apapun kepada wartawan. Hingga akhirnya tinggalah 2 orang narasumber yang masih mau memberikan keterangan atas dugaan praktek pungli tersebut

Ketua LSM GMBI Tanggamus, Amroni, mengutuk keras kepada oknum pelaku pungli PKH. Pihaknya berjanji akan selalu ada di barisan terdepan membawa kasus pungli ini sampai ke penegak hukum.

“Saya akan mendesak dan mengawal kasus ini sampai di proses oleh penegak hukum, haram dan penghianat bagi pejabat atau pihak lain yg akan 86-kan kasus ini. Program PKH adalah program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat miskin yang harus di sukseskan, pungli ataupun korupsi tidak bisa di hilangkan minimal bisa di kurangi bila pelakunya di proses di depan hukum sesuai dengan UU, demi Tanggamus kedepan,” tegasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here