BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung akan melakukan pemeriksaan terhadap sipir jaga, Kepala Lapas Kalianda serta Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM setempat.

Pemeriksaan dilakukan terkait penangkapan terhadap oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan Kalianda, Lampung Selatan, Rechal Oksa Hariz oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga, di Bandar Lampung, Rabu (9/5/2018)

Sipir iru ditangkap karena keterlibatan peredaran narkoba di lapas itu.

Terkait penangkapan tersangka Rechal, pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sipir dan petugas jaga, kepala lapas dan Kakanwil Kemenkumham Lampung mengenai peredaran narkoba yang terjadi di Lapas Kalianda.

“Rencananya kami panggil sipir jaga, kalapas, bahkan Kakanwil Kemenkumham Lampung untuk dimintai keterangannya. Tapi yang lebih dulu akan kami periksa adalah sipir yang saat itu tugas jaga. Kenapa brankas berisi narkoba sebanyak itu bisa lolos dan masuk ke dalam lapas,” ujarnya.

Tagam menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan Kalapas Kalianda mengenai pengawasannya di lapas tersebut. Apakah dari keterangan mereka ini, termasuk Kakanwil Kemenkumham Lampung juga mengetahuinya,” kata dia.

“Kalau memang mengetahui, pastinya kami juga akan melakukan pemanggilan terhadap kakanwil untuk dimintai keterangannya,” ujarnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena berdasarkan keterangan tersangka oknum sipir itu, adanya dugaan upeti yang diberikan sampai ke tingkat atas. Oknum sipir tersebut menyebutkan pernah terima uang sampai Rp100 juta dari narapidana Marzuli yang mengendalikan narkoba di dalam lapas.

“Buktinya sudah jelas, oknum sipir itu mengaku terima uang sampai Rp100 juta dari napi itu. Kalau memang benar terbukti ada keterlibatan dari mereka, pastinya akan kami proses sama seperti para tersangka yang sudah ditangkap,” ujar dia.

Terkait dengan dugaan adanya upeti melalui transaksi keuangan, pihaknya akan melakukan penelusuran dengan melibatkan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kasubag Pelaporan Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Lampung Erwin Setiawan Yunianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya informasi akan dilakukan pemeriksaan terhadap sipir jaga dan Kepala Lapas Kalianda maupun Kakanwil Kemenkumham Lampung oleh BNNP Lampung.

“Belum ada informasinya soal itu, kalau memang benar mau dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan ya silakan saja. Kami selalu terbuka, demi penegakan hukum kami tidak menghalangi atau menutupinya,” katanya.

Erwin menegaskan, jika dalam kasus peredaran gelap narkoba tersebut adanya dugaan keterlibatan pihak-pihak lainnya, silakan saja BNNP Lampung menyelidikinya. Pihaknya tidak menghalangi atau pun menutup-nutupinya. (plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here