BERBAGI

Pesawaran,(Ekstranews.com) – Sebagai wadah dalam mempertemukan tamatan dengan pencari kerja, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Kabupaten Pesawaran ikuti sosialisasi Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dilaksanakan forum BKK Provinsi Lampung  di SMKN 1 Gedongtataan.

Ketua Forum BKK Provinsi Lampung, Edi Susanto mengatakan, sosialisasi tentang BKK ini dilaksanakan karena adanya permintaan dari para kepala sekolah SMK yang ada di Kabupaten Pesawaran, agar anak didiknya bisa langsung bekerja sesuai dengan jurusan yang diambil sewaktu sekolah.
“Kita sebelumnya melakukan sosialisasi ke seluruh SMK yang ada di Provinsi Lampung, namun hanya dua SMK per kabupaten/kota yang ada dan SMK di Pesawaran sengaja meminta kami ke sini agar menjelaskan lebih detail terkait BKK,” ucap Edi Susanto, Rabu (16/5).
Dilanjutkannya, pokok sosialisasi diberikan kepada tenaga pengajar SMK tersebut diantaranya, tentang peran dan fungsi BKK di sekolah kemudian BKK online.
“Kita menjelaskan apa saja kriteria tenaga kerja  yang ada di perusahaan, dari berbagai kejuruan yang ada di SMK masing-masing, dan memberi pemahaman kepada tenaga pengajar peran dan fungsi BKK. Lalu kita juga sosialisasikan terkait aplikasi BKK yang dapat digunakan untuk mencari informasi penerimaan kerja sesuai kebutuhan peruaahaan yang ada,” jelas dia.
Disisi lain, kata dia, dipergunakannya sistem aplikasi BKK ini, juga bisa dijadikan sebagai nilai jual sekolah, karena nantinya dapat diketahui dalam aplikasi tersebut, sekolah mana yang mempunyai lulusan siswa terbanyak yang diterima perusahaan.
“Di aplikasi BKK yang bisa di buka di bkk.ditpsmk.net dan disitu dapat dilihat, sekolah mana yang memiliki kemitraan dengan perusahaan, dan itu dapat dijadikan nilai jual sekolah, karena mampu menjadi patner perusahaan besar dan jumlah yabg besar, dan itu aplikasi tersebut juga memudahkan mencari lowongan kerja dan bahan laporan ke Kendikbud,” jelas dia.
Dijelaskan dia, Pesawaran merupakan Kabupaten ke 4 yang meminta adanya sosialisasi ulang terkait BKK, setelah Kota Bandar Lampung, Metro,  dan Kabupaten Lampung Tengah yang mempunyai forum BKK, sementara Kabupaten lain belum.
Sementara itu,  Kepala SMKN 1 Negeri Katon Siti Holijah menuturkan bahwa sosialisasi terkait BKK ini sangat dibutuhkan di sekolahnya, karena bisa memberikan layanan pelatihan tamatan yang sesuai dengan permintaan pencari kerja.
“Kemudian juga bisa memberi pelatihan dan menanamkan jiwa wirausaha bagi tamatan melalui pelatihan yang dilakukan,” ucap dia.
Saat ini,  jelas dia, selain memperhatikan penerimaan siswa, SMK juga mempunyai peran untuk menyalurkan lulusan yang dicetak di sekolah tersebut.
“Dengan BKK ini kita bisa membantu anak-anak untuk praktek kerja industri (Pakerin) di perusahaan besar, yang mana nanti sertifikat yang dikeluarkan dari perusahaan tersebut bisa dilampirkan untuk mencari kerja,  dan menjadi bahan pertimbangan perusahaan,” ucap dia.
Dijelaskan dia,  saat ini,  SMKN 1 sudah melakukan MoU dengan beberapa perusahaan,  baik di Lampung maupun di luar provinsi,  hal itu ditujukan sebagai langkah untuk menyalurkan anak-anak lulusan SMK agar langsung bekerja.
“Kita ada MoU dengan perusahaan – perusahaan melalui kerjasama dengan Depnaker, jadi nanti lulusan di SMK ini bisa langsung disalurkan menjdi tenaga kerja profesional, asalkan mereka (para siswa lulusan) mau bekerja,” tutur dia.
Namun,  jelas dia,  ada beberapa kendala yang memang ditemui saat kegiatan Pakerin taupun kerja nantinya, karena ada ditemui beberapa siswa yang meminta pulang saat Pakerin atau setelah bekerja.
“Mindset orang tuanya masih banyak yang takut jika anaknya melakukan pakerin keluar kota atau jauh dari kediaman,  sementara siswanya juga setelah melakukan pakerin, ada yang minta pulang, dengan macam-macam alasan, dan itu merupakan kendala yang masih kami temui di SMK kami,” ujarnya. (hr/is)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here