BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) – Tim akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) yang terdiri dari Prof. Lintje Anna Marpaung, SH, MH, Dr. Zainab Ompu Jainah, SH, MH, dan Zainudin Hasan, SH, MH melakukan penelitian dengan judul Rehabilitasi Pecandu Narkoba Melalui Media Terapi Musik. Penelitian yang sudah memasuki tahun kedua ini di perkuat dengan menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Seni Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta.

Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT) yang sumber pendanaanya berasal dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merupakan penelitian kolaborasi antara dua kampus yakni UBL dan UPH, dimana UBL merupakan kampus pengusul penelitian sedangkan UPH sebagai kampus mitra penelitian. Tim peneliti UBL diterima langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPH Bapak Rudy Pramono, dan Dekan Fakultas Ilmu Seni Musik Antonius Priyanto, S.Ag., B.CM., M.Mus diruangan LPPM kampus UPH.

Zainudin Hasan, SH, MH yang juga ketua tim peneliti mengatakan, kegiatan kerjasama antara UBL dengan UPH ini sudah berlangsung sejak tahun 2017. Tim akademisi peneliti UBL telah melakukan beberapa kali koordinasi dan kerjasama terkait dengan penelitian dimana UPH sebagai mitra memberikan masukan tentang musik-musik yang memiliki pengaruh terhadap penyembuhan mental dan psikis bagi para pecandu narkotika.

Sementara, Dr. Zainab Ompu Jainah, SH, MH selaku peneliti dan juga ketua Pusat Studi Kajian Narkoba UBL menyampaikan bahwa keterlibatan para konselor dan praktisi musik dari UPH adalah membantu dalam proses rehabilitasi para pecandu narkoba baik dengan cara terapi musik pasif maupun aktif.

“Ke depan kolaborasi antara UBL dan UPH akan kita tingkatkan dengan terlibat aktif dalam program program Badan Narkotika Nasional (BNN) dan juga dalam setiap proses rehabilitasi sosialnya,” ujar Zainab, kemarin.

Prof. Lintje Anna Marpaung, SH, MH, peneliti yang lebih spesifik mendalami tentang kearifan lokal, menyampaikan bahwa musik-musik tradisional khas Indonesia penting untuk di teliti dan di gali sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses rehabilitasi para pecandu narkoba.

“Indonesia banyak sekali memiliki musik tradisional yang khas dan dapat diteliti dan digali lagi lebih mendalam yang dapat dimanfaatkan untuk proses rehabilitasi pecandu narkoba,” katanya.

Dalam kunjungannya, tim akademisi UBL menyempatkan mengunjungi studio rekaman yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Seni UPH, ruangan terapi dan rehabilitasi, dan ruang konser mini serta ruang-ruang kelas tempat praktek memainkan alat-alat musik, mulai dari alat musik tradisional sampai alat musik modern. (plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here