BERBAGI

Lampung Tengah – Proyek pembangunan Islamic Center Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Lampung Tengah disoal. Pasalnya, bangunan yang dianggarkan sebesar Rp 14.976.743.000 melalui APBD Lampung Tengah TA 2017 itu diduga terdapat mark up anggaran. Akibatnya, negara terindikasi dirugikan sebesar Rp438.778.791.

Berdasarkan informasi yang diperoleh sejumlah sumber, kegiatan paket kegiatan Islamic Center Lampung Tengah dinyatakan selesai 100% dan telah diserahterimakan berdasarkan berita acara serah terima pekerjaan ke 1 Nomor 600/71/BASTP/D.b.VI.05/03/XII/2017 tanggal 28 Desember 2017.

Sementara dari informasi yang diperoleh, hasil uji petik atas penghitungan harga satuan terhadap kebutuhan bekesting disesuaikan dengan dimensi pile cap, sloof, dan kolom, patut diduga ditemukan ketidak tepatan terhadap perhitungan kebutuhan bekesting. Hal ini menyebabkan harga satuan yang dibayarkan untuk pekerjaan beton menjadi lebih tinggi dan diduga merugikan negara hingga Rp438 juta lebih.

“Hasil infestigasi ini akan kita tindaklanjuti. Mengingat kerugian negara yang dialami cukup besar. Biar penegak hukum yang akan mengkaji kebenarannya,” punkasnya.(zul/ekstranews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here