BERBAGI

Lampung Tengah(Ekstranews.com) – Ungkapan hasil tidak akan mengkhianati proses, tampaknya, pantas disematkan kepada Damiri Achmad Barang Ratu (44).

Bagaimana tidak, kegigihannya selama 12 tahun menyisihkan setiap rupiah untuk naik haji dari berjualan koran membuahkan hasil.

Tahun ini, impian menjalankan rukum Islam yang kelima tersebut akhirnya terwujud.

Warga Kelurahan Bandarjaya Barat ini akan berangkat ibadah haji bersama sang istri, Sri Sumarni Wiji (40). Mereka tergabung dalam kloter III jamaah haji asal Lampung Tengah. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci dari Lampung Tengah pada Kamis (2/8) mendatang.

Tak mudah bagi Damiri mewujudkan impiannya ini. Penghasilannya pas-pasan dan tidak menentu dari berjualan koran.

Bahkan, terkadang dalam sehari ia bisa tidak mendapatakan uang. Di sisi lain, ia harus menghidupi istri dan tiga orang anaknya yang masih sekolah.

“Saya menabung tidak tentu. Tapi saya niatkan, minimal Rp 50 ribu setiap hari ada saya tabung. Kalau dapat penghasilan lebih, bisa lebih dari Rp 50 ribu. Tapi jika tidak ada, ya dicari lagi agar dapat Rp 50 ribu,” ceritanya saat ditemui di lapak koran kawasan Bandar Jaya, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, tekadnya tidak surut. Ia terus berniat di dalam hati dan berusaha. Selain itu, dorongan dari istri dan ketiga anaknya, membuat ia semangat. Damiri mengaku, sebenarnya sejak pertama menikah dengan Sri, 18 tahun silam, sudah niat ingin naik haji berdua.

Namun niatan tersebut baru bisa mulai direalisasikan pada 12 tahun terakhir. “Saya mulai nabung ke bank dan mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji ya 12 tahun terakhir ini,” ceritanya.

Sampai akhirnya, uang untuk ibadah haji itu cukup. Bahkan, sebenarnya ia sudah bisa berangkat di tahun 2017. Namun karena tahun itu ada pengurangan kuota haji, ia dan istrinya mengurungkan keberangkatan di tahun tersebut dan memilih berangkat tahun ini.

Damiri mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka, niatnya yang sudah belasan tahun tersebut terwujud. “Subhanallah, ini benar-benar nikmat dari Allah terbesar yang pernah saya dapat. Kebahagiaannya melebihi apa saja yang pernah saya dan istri rasakan,” kata Damiri seraya mengelap airmata yang jatuh ke pipinya.

Ia pun sudah tak sabar ingin menatap Kakbah dan beribadah di Masjidil Haram. “Saya ingin menangis dan berdoa sepanjang hari di sana (Tanah Suci). Saya ingin memanjatkan doa tentang harapan untuk kebaikan kehidupan keluarga kami,” ujarnya.

Sang istri, Sri Sumarni menuturkan, sejak awal ia dan suami memang sudah meniatkan berangkat ke Tanah Suci. Menurutnya, dengan kondisi kehidupan yang pas-pasan tidak mengurangi niat mereka berangkat.

“Saya terima saja rezeki yang dikasih suami setiap hari. Kami juga sudah memberi tahu kepada anak-anak terkait rencana ke Tanah Suci. Anak-anak juga mengerti kondisi tersebut dan mendukung,” katanya.

Andika, salah seorang teman Damiri, menyatakan, Damiri memang sosok yang tekun dan giat. Ia sudah bekerja sejak 12 tahun lalu. “Pagi-pagi, Damiri sudah di pinggir jalan memilah-milah koran, mengantarkan ke kantor-kantor. Selain itu, Damiri bukan sosok yang neko-neko dan rajin beribadah,” ujar Andika.

Andika mengaku sangat kagum dengan kegigihan Damiri menabung, dan akhirnya bisa berangkat haji. Sosok sepertinya bisa menjadi contoh bagi semua orang terkait semangat dan keyakinan bekerja.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lampung Tengah Jamaludin mengatakan, tahun ini total jamaah haji Lamteng sebanyak 1.328 orang. Jamaah haji tersebut terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter) dan akan diberangkatkan secara terpisah.

“Kloter pertama sudah berangkat pada Sabtu (21/7), kloter kedua 24 Juli, ketiga 2 Agustus dan keempat 4 Agustus mendatang. Alhamdulillah setelah melewati serangkaian tes kesehatan semuanya dinyatakan sehat,” kata Jamaludin.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here