BERBAGI

Pesawaran,(Ekstranews,com) – Kepala Polres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengingatkan kepada pegawai di Pemerintah Daerah Pesawaran supaya tidak memungut lagi uang tambahan di luar ketentuan yang berlaku.

Mengingat pungutan tersebut terkategori pungli, terutama pada kegiatan layanan publik.

“Kita ingatkan, jika lama-lama nggak bisa juga (diingatkan), kita tindak,” ujar Kapolres saat dihubungi terkait Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Pungli oleh Satgas Saber Pungli Pesawaran, Kamis (30/8) di Aula Pemkab Pesawaran.

“Kami turun sebagai kegiatan penindakkan atau represif,” imbuhnya.

Ia menuturkan bahwa sosialisasi itu bukan karena adanya peristiwa OTT oleh Satgas Saber Pungli Provinsi Lampung.

Menurut dia, sosialisasi telah teragenda jauh hari.

Satgas Saber Pungli Kabupaten Pesawaran, menurut Syaiful, terdiri dari Polres Pesawaran dan Pemkab Pesawaran.

Dia mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai upaya memberikan pencerahan kepada para pegawai pemerintahan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Pesawaran Syukur saat membacakan sambutan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, sosialisasi Saber Pungli diharapkan dapat mewujudkan prinsip pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.

“Sebagaimana kita ketahui bersama OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Satgas Saber Pungli di beberapa tempat di Indonesia telah menjadi momok, oleh karena itu saya berharap seluruh jajaran pemerintah lebih aktif mensosialisasikan program Saber Pungli,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, supaya dapat mematuhi sistim dan prosedur sebagaimana yangbtelah disyaratkan dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

“Sehingga kita semua tidak menjadi salah satu target OTT Satgas Saber Pungli,” ujarnya.

2 Pejabat diciduk

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung menetapkan dua pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran sebagai tersangka.

Keduanya menjadi tersangka kasus dugaan pungutan liar proyek pengadaan laptop di tujuh SMP di Pesawaran.

“Sudah. Dua orang jadi tersangka,” ujar Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolda Lampung, Kamis, 30 Agustus 2018.

Keduanya adalah IW, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, dan Z, kepala SMPN Pesawaran.

“Jadi satu orang atas nama IW dan yang kedua Z. Perannya satu sebagai pengumpul dana, satunya lagi sebagai salah satu kepala,” sebut Yoyol.

Yoyol menegaskan, keduanya saat ini dalam penahanan Ditreskrimsus Polda Lampung. “Ya dua orang kita tahan,” tegasnya.

Terkait status lima kepala sekolah lainnya, kata Yoyol, masih didalami unsurnya, apakah masuk pungli atau gratifikasi.

“Masih kami dalami. Nanti kami cek,” ucanpnya.

Yoyol pun membenarkan jika keduanya tersangkut kasus dugaan tindak pidana pungli bantuan pengadaan laptop. “Iya,” ujar dia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Aswin Sipayung melalui Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Eko Sudaryanto menuturkan, pihaknya telah menangkap dua pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran.

Penangkapan ini atas dugaan tindak pidana pungutan liar atas bantuan pengadaan laptop di tujuh SMP di Pesawaran.

Pengadaan laptop tersebut menggunakan APBD 2018. “Namun, sebelum laptop tersebut disalurkan, setiap kepala sekolah harus membayar uang Rp 6 juta,” bebernya.

Eko menyebutkan, dari tujuh kepala SMPN yang diminta, baru lima yang menyetor.

“Jadi jumlah yang diterima oleh mereka baru Rp 30 juta, dan itu jumlah uang yang kami amankan sebagai bukti,” jelas dia.

Eko menambahkan, selain memeriksa kedua pejabat tersebut, pihaknya juga memeriksa lima saksi lain, yakni kepala sekolah yang telah menyetor uang.

“Sementara, Z perannya sebatas koordinator pemungutan uang. Rencananya uang tersebut diserahkan kepada salah seorang pejabat yang saat ini masih kami dalami,” tandasnya.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here