BERBAGI

Lampung Selatan,(Ekstranews.com) – Kepala Desa Purwodadi kecamatan Way Sulan, Sumarsono mengatakan dampak kemarau tahun ini memang dirasakan cukup terasa. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak semua sumur warga mengalami kekeringan.

“Tahun-tahun lalu juga saat kemarau kering. Tapi hanya sebagian kecil saja sumur warga yang kering. Tahun ini sebagian besar justru debit airnya kurang,” ujar dirinya, senin (6/8).

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Lampung Selatan terhadap kondisi warganya yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

“Sejauh ini belum ada bantuan untuk air bersih. Saat ini warga tetap mengandalkan sumur bor yang ada di masjid desa,” terangnya.

Tidak hanya di kecamatan Way Sulang. Kekurangan air bersih juga mulai dirasakan puluhan kepala keluarga di dusun Kayu Tabu kecamatan Bakauheni. Seperti halnya di desa Purwodadi, warga di dusun Kayu Tabu desa Klawi Bakauheni pun kini sumurnya mulai kering.

“Sudah dua pekan ini sumur warga kering karena kemarau. Saat ini warga mengandalkan 2 sumber air dari kawasan hutan yang tidak jauh dari dusun tersebut,”kata Ardi, salah seorang warga dusun Kayu Tabu.

Dirinya mengatakan, kesulitan air bersih pada musim kemarau hampir setiap tahun dirasakan warga di dusun tersebut. Tahun 2017 lalu, warga juga mengalami kekurangan air bersih saat kemarau. Dan beruntung mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dan penggiat literasi di Bakauheni.

“Ini pun kalau dua pekan kedepan tetap panas dan tidak ada hujan, kemungkinan sumber air yang ada pun akan berkurang debitnya. Dan warga akan sulit mendapatkan air bersih,” ujarnya.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here