BERBAGI

Lampung Utara,(ekstranews.com) – Sejumlah petani di kecamatan Abung Selatan mengaku hasil panen mengalami penurunan.

Hal ini akibat dari musim kemarau mulai membuat petani sawah tadah hujan di Dusun Saung Marga, Desa Kalibalangan, Abung Selatan kehilangan produksi padi 30 hingga 60 persen.

Biasanya panen 50 hingga 60 karung, kini hanya memperoleh 20 karung.

Dwiyanto, petani yang sedang panen pada mengatakan air sangat menentukan bagi tanaman padi.

“Kalau sudah musim kering begini, produksinya pasti menurun. Apalagi kalau pupuknya kurang,” katanya, Jumat (3/8/2018).

Supartini, petani lain, menyebut musim kering sebagai musim gaduh.

Pada tahun ini bulir padi mengurang besarnya. Hingga hasil akhirnya, panen berkurang yang biasanya mendapatkan 500 kilogram sekarang hanya 200 hingga 300 kilogram gabah.

Lahannya seluas tiga hektare biasanya menghasilkan 10 karung. “Sekarang hanya 6 atau 4 karung gabah,” ujarnya.

Panen di Abung Selatan juga diperparah tanaman terkena walangsangit, serta sulit dan mahalnya harga pupuk.

Sawah tadah hujan mengandalkan pengairan curah hujan.

Jenis sawah ini hanya menghasilkan di musim hujan.

Pada musim kering dibiarkan tidak diolah karena air sulit didapat atau tidak ada sama sekali.

Petani di lahan tanpa pengairan ini umumnya hanya panen setahun sekali.

Keluhan para Petani tersebut mendapat tanggapan dari Bupati Lampung Utara(Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara.

Bupati mengatakan, sebelumnya Pemkab Lampura melalui Dinas terkait berencana untuk mengoptimalisasi bendungan di Way Rarem, namun saat ini mengalami pendangkalan.

“Terkait kekeringan sawah yang terjadi di Lampura kita sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. dan dalam waktu dekat pasti ada langkah dari Pemerintah Pusat,”ujarnya.

Saat ini lanjut Bupati, mesin-mesin pompa air yang ada akan dioptimalkan.

Mesin pompa air itu akan dipakai secara bergilir untuk mengaliri air dari sungai-sungai ke pengairan-pengairan menuju sawah petani yang mengalami kekeringan.

“Ini adalah rencana kita kedepan,”jelasnya.

Untuk masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan tambah Bupati, mobil tangki yang ada di Lampura sudah disiapkan untuk menyalurkan air-air bersih ke desa atau daerah-daerah yang sedang kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Saya sudah mendapat laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) bahwa mobil tangki air sudah dipersiapkan jika ada daerah yang mengalami kesulitan air bersih,” paparnya.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here