BERBAGI

Lampung Selatan,(Ekstranews.com) – Para nakhoda kapal feri penyeberangan lintasan Bakauheni – Merak dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ini terkait dengan potensi terjadinya gelombang tinggi di perairan Selat Sunda bagian tara.

General Manajer PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Anton Murdianto mengatakan,

sesuai dengan arahan KSOP (Kantor Syahbandar Otoritas Penyeberangan) agar para nakhoda kapal mewaspadai potensi gelombang tinggi dan tetap mengutamakan keselamatan.

“Kapal-kapal ASDP sudah kita imbau untuk tetap mengutamakan keselamatan. Mewaspadai potensi gelombang tinggi,” kataAnton, kepada Tribun Lampung, Jumat (3/8).

Menurut Anton, jika memang kondisi cuaca dan gelombang di perairan selat Sunda ekstrim tidak memungkinkan untuk penyeberangan, nakhoda bisa memutuskan kembali ke dermaga.

Dan baru bisa berlayar sampai dengan kondisi cuaca kembali normal.

Pagi ini kondisi cuaca di pelabuhan Bakauheni terpantau normal. Arus penyeberangan kapal pun terpantau berjalan lancar dan normal.

Gelombang tinggi berpotensi terjadi diperairan pesisir Lampung.

Untuk perairan selat Sunda bagian utara yang menjadi jalur penyeberangan Bakauheni – Merak berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian 2,5 meter hingga 4 meter.

Berdasarkan rilis peringatan dini yang dikeluarkan oleh stasiun BMKG Maritim Lampung, potensi gelombang diselat Sunda bagian Utara 2,5 meter hingga 4 meter.

Ini berlaku pada hari ini (2/8) pukul 19.00 wib hingga Jumat (3/8) pukul 19.00 wib.

“Ini dikarenakan adanya pengaruh perbedaan tekanan udara antara wilayah timur dan wilayah barat,” ujar kepala stasiun BMKG Maritim Lampung Sugiyono.

Selain itu, lanjutnya, potensi gelombang tinggi ini juga dikarenakan adanya peningkatan kecepatan angin yang mencapai diatas 38 knot di selatan Jawa yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga sampai wilayah Lampung.

Potensi gelombang lebih tinggi bisa terjadi di wilayah selat Sunda bagian selatan, perairan barat Lampung dan Samudra Hindia Barat Lampung.

Dimana potensi tinggi gelombang mencapai 4 meter hingga 6 meter. Stasiun BMKG Maritim Lampung pun telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Lampung.

“Kita menghimbau untuk penyeberangan ferry lintasan Selat Sunda agar mewaspadai potensi gelombang tinggi.

Begitu juga dengan para nelayan dan juga warga yang tinggal di wilayah pesisir. Terutama di pesisir Barat Lampung,” tandas Sugiyono.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here