BERBAGI

Tulang Bawang,(Radarpembaruan) –  Kepedulian warga Desa Bumi Dipasena Abadi, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang patut diacungi jempol. Secara swadaya, mereka membangun jembatan yang menghubungkan kampung paling utara di Tulangbawang itu dengan jalan poros Rawajitu.

Jembatan semigantung itu telah diresmikan oleh Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Dipasena Nafian Faiz, Minggu, 19 Agustus 2018 lalu.

Jembatan yang membentang di sebuah kanal itu memiliki panjang 120 meter dan lebar 2,4 meter.

Tak tanggung-tanggung, pembangunan jembatan dengan konstruksi baja itu menelan biaya lebih dari Rp 3,2 miliar.

Hebatnya lagi, dana pembangunan jembatan yang berlokasi di Desa Bumi Dipasena Abadi ini sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat setempat. Dana swadaya tersebut mencapai Rp 2,3 miliar. Sementara dana sisa sebesar Rp 885 juta bersumber dari alokasi dana desa.

“Pembangunan jembatan ini memakan waktu sembilan bulan. Sumber pendanaannya sebagian besar hasil swadaya masyarakat,” kata Nafian Faiz, Kamis, 23 Agustus 2018.

Nafian mengatakan, saat ini masih ada dua kampung lagi di Bumi Dipasena yang belum terhubung dengan jembatan permanen.

Nafian meyakini, jembatan di Bumi Dipasena Abadi yang baru selesai dibangun itu termasuk yang paling mahal. Lantaran kondisi geografisnya dekat dengan muara Sungai Mesuji.

“Jembatan Kampung Bumi Dipasena Abadi ini yang paling mahal karena kanal yang dilintasinya cukup dalam dan lebar. Jembatan ini pun jadi saksi bahwa saat negara hadir, rakyat mampu memberikan nilai lebih,” ujar Nafian.

Nafian menambahkan, selain jembatan yang sedang dibangun, saat ini Kampung Bumi Dipasena Abadi juga tengah memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya.

“Ini sebagai persiapan kita untuk menyambut perhelatan sekaligus sebagai tuan rumah acara ulang tahun P3UW Lampung  ke-20 yang akan digelar pada Oktober mendatang,” tandas Nafian. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here