BERBAGI

Lampung Timur,(Ekstranews.com) – Sahri (36) mengakhiri hidup dengan cara sadis. Warga Desa Jabung, Lampung Timur, ini nekat melukai lehernya sendiri dengan gergaji mesin genggam. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB Selasa (18/9). Diduga kuat, Sahri mengalami depresi berat sehingga nekat menggergaji lehernya sendiri.

Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro melalui Kapolsek Jabung Iptu Feri Yantoni menjelaskan, tewasnya Sahri murni karena bunuh diri. Hal ini didasarkan pada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan polisi.

Dilanjutkan, dari keterangan pihak keluarga, Sahri sudah lama mengalami depresi. Diduga, dia depresi lantaran harus berpisah dengan istri dan anaknya. Keluarga ini berpisah sejak tiga tahun lalu. Sejak berpisah dengan istri dan anak, Sahri tinggal di rumah orang tuanya.

’’Dari keterangan keluarganya, sejak ditinggal istri dan anaknya, korban berubah menjadi pendiam,” jelas Feri usai mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata di Polres Lamtim kemarin.

Tiga hari sebelum memutuskan mengakhiri hidup, Sahri jarang terlihat keluar dari kamarnya. Meski sudah menangkap gelagat aneh itu, pihak keluarga tidak menduga dia akan berbuat nekat. Pihak keluarga mulai curiga ketika korban tidak keluar dari kamar sejak pagi.

’’Ibu korban masuk kamar dan melihat anaknya sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di leher. Di sebelah jenazah tergeletak mesin serkel dalam kondisi kabel terhubung listrik,” katanya.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian nahas tersebut ke Polsek Jabung. Dari tempat kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu unit mesin serkel genggam, satu unit mesin bor genggam, dan sebuah telepon genggam.

’’Keluarga korban menerima secara ikhlas peristiwa itu dan menolak untuk dilakukan autopsi atas mayat korban. Pagi tadi (kemarin pagi, Red), mayat korban sudah dimakamkan,” terang Feri.(rlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here