BERBAGI

Pringsewu,(Ekstranews.com) – Jalan protokol di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas Pringsewu minim tanda penyeberangan jalan (zebra cross). Di sepanjang jalan tersebut, banyak sekolah dari SD-SMA.

Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri mengatakan, siswa banyak menyebrangi jalan di depan sekolah setiap hari. Kondisi ruas jalan Jalibar ramai dilintasi kendaraan.

Untuk itu, Dade berharap Unit Dikyasa Lalulintas bekerjasama dengan pemerintah daerah berinisiatif mengupayakan zebra cross.

Di SD Negeri 1 Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu misalnya, berdasarkan pantauan Tribun, awal pekan ini tidak ada zebra cross.

Lahan parkir di depan sekolah itu sangat sempit sehingga tidak memungkinkan para orangtua siswa parkir di lokasi itu.

Alhasil, banyak anak didik hanya diantar orangtua sampai sebrang jalan tiap masuk sekolah. Begitu juga saat pulang sekolah, siswa harus menyeberang menuju lokasi parkir kendaraan orangtua

Hal itu pun diakui Kepala SD Negeri 1 Kelurahan Pringsewu Selatan Sutarsih. “Petugas hanya satu sehingga kewalahan. Namanya pengendara lalu lintas, kadang semaunya,” ungkapnya.

“Dulu ada zebra cross, tapi sekarang sudah pudar dan hilang. Tidak ada zebra cross, pelajar menyeberang di jalur manapun untuk tiba di depan gerbang sekolah. Ini risiko harus dilalui mereka tiap masuk dan pulang sekolah,” ujarnya, Selasa (11/9).

Merujuk kondisi tersebut, Sutarsih dan Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri menandatangani kerjasama tentang Program Polisi Sahabat Anak. Program tersebut memberikan edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini demi mencegah pelanggaran dan mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Dade menambahkan, sekolah berada di pinggir jalan ruas Jalinbar harus mendapat perhatian khusus keselamatan berkendara. Siswa diminta menyeberang jalan bersama-sama rekannya.

Selain itu, menggalakkan program polisi cilik Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Tugas PKS adalah mengatur lalu lintas di lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

“Terutama pada saat menyeberangkan siswa-siswi yang akan menuju ke sekolah maupun yang akan meninggalkan sekolah. Tentunya, didampingi oleh polantas, pihak keamanan sekolah dan dilengkapi alat peraga,” urai Dade.

Program Pocil PKS ke depan akan diterapkan di sekolah yang berada di tepi jalan. Terutama yang berada di wilayah hukum Polres Tanggamus yakni Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus.

Galakkan Bersepeda

Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri menyampaikan, sebanyak 96 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi dari awal Januari hingga September 2018. Mayoritas korban adalah pelajar.

Mengacu hal itu ia mengimbau orangtua dapat berperan menekan angka korban lakalantas pelajar. Satu cara dinilai paling efektif, melarang anak masih di bawah umur mengendarai sepeda motor.

Opsi paling ideal menurut Dade memberikan transportasi sehat merakyat (TSM) yaitu sepeda. “TSM lebih efisien, aman dan sehat. Jadi dengan sepeda, anak dalam masa pertumbuhan, bisa membentuk motoriknya,” ujarnya.

Satlantas imbuhnya, gencar mengampanyekan bersepeda kepada para pelajar di sekolah. Kampanye itu disampaikan dalam program Police Goes To School Satlantas Polres Tanggamus.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here