BERBAGI

Lampung — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan pelbagai pihak harus mengambil hikmah atas terjadinya cekcok beda pilihan calon presiden yang berujung maut di Sampang, Madura.

Karding mengatakan peristiwa ini menjadi bukti bahwa masyarakat amat menganggap serius pemilihan presiden 2019. “Bukan hanya serius tapi masuk ke hati,” kata Karding kepada Tempo, Senin, 26 November 2018.

Karding melanjutkan, keseriusan masyarakat ini harus dipikirkan dan disadari para elite, tim kampanye, dan juru kampanye. Mereka, kata Karding, tak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang provokatif, bohong atau hoax, dan berpotensi membawa pembelahan di tengah masyarakat. “Jangan sampai kasus-kasus seperti ini meluas terjadi di mana-mana,” kata dia.

Seorang warga Sampang bernama Subaidi tewas ditembak oleh Idris saat keduanya bertemu di tengah jalan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Frans Barung Mangara mengatakan perseteruan itu bermula saat Idris mengomentari postingan di akun Facebook seseorang yang berbunyi, Siapa pendukung capres ini akan merasakan pedang ini.”

Menurut Frans, Idris mengomentari, “Saya ingin merasakan tajamnya pedang itu.” Setelah itu, Idris didatangi beberapa orang, di antaranya pemilik foto yang menanyakan maksud dari komentar Idris. Kedatangan sejumlah orang itu ke rumah Idris terekam dalam sebuah video yang kemudian diunggah Subaidi ke Facebook. Dalam postingan itu, Subaidi meledek Idrus dan mengancam akan membunuh.

Postingan Subaidi soal pilihan capres itu menyulut sakit hati Idris. Idris lantas mencari tahu soal Subaidi. Suatu ketika, keduanya berpapasan di jalan saat tengah berkendara sepeda motor. Menurut Frans, Subaidi sengaja menabrakan motornya ke motor Idris hingga terjatuh.

Lalu, Subaidi menodongkan pisau ke arah Idris. Namun Subaidi tiba-tiba terpeleset. Melihat kesempatan itu, Idrus mengeluarkan senjata api, lalu menembakkan pistol itu ke dada kiri Subaidi.(tpo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here