BERBAGI

Ekstranews.com —  Dramatis! Mantan Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana, ditangkap paksa oleh tim Kejaksaan Negeri Surabaya, Rabu (9/1/2019) pagi.

Wisnu Wardhana dicari-cari karena terjerat kasus korupsi, bahkan sudah divonis hukuman penjara 6 tahun.

Dalam penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Teguh Darmawan itu, terpidana Wisnu Wardhana sempat menabrak motor petugas kejaksaan.

Dalam video itu, terlihat Wisnu bersama seorang pria yang diduga putranya, mengendarai mobil berwarna hitam M 1732 HG.

Petugas sempat menggedor-gedor pintu mobil agar Wisnu keluar dari mobil, Wisnu yang tidak juga keluar justru menabrak motor yang diletakkan petugas untuk menghadang laju kendaraan.

Setelah beberapa lama, Wisnu akhirnya keluar dari mobil dengan bertopi dan mengenakan masker.

Namun putra Wisnu sempat menghalang-halangi petugas yang akan memindahkan Wisnu ke mobil lain.

Putra Wisnu juga sempat memanggil “Bapak..bapak” saat Wisnu diborgol dan dipindahkan ke mobil petugas kejaksaan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Richard Marpaung membenarkan aksi penangkapan Wisnu Wardhana tersebut.

“Wisnu langsung ditahan karena harus menjalani hukuman,” katanya.

Dilansir dari Surya.co,id,  Sumadi (55), tukang becak di sekitar Jalan Lebak Permai II, Kenjeran, Surabaya menceritakan kronologi penangkapan Wisnu Wardhana oleh tim Kejari Surabaya.

Kronologi penangkapan Wisnu Wardhana, kata Sumadi yang tak jauh dari lokasi melihat ada rombongan orang menggunakan mobil dan kendaraan bermotor berusaha menghentikan sebuah mobil, bernomor polisi M 1732 HG di Jalan Kenjeran, persis di depan gang Jalan Lebak Permai II.

Kelompok orang yang juga ditemani seorang TNI itu, cerita Sumadi, awalnya sempat kejar-kejaran tapi mobil tak mau berhenti. Lalu mereka meletakkan sebuah sepeda motor matic di depan mobil M 1732 HG itu, agar mau berhenti.

Kronologi kasus 

Wisnu Wardhana terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan, milik PT PWU Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013 lalu.

Saat itu dia menjabat sebagai Manajer Aset. Kasus ini adalah rentetan kasus yang sempat memenjarakan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

April 2017, Wisnu Wardhana divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta serta uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Tidak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor, Wisnu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jatim dan vonisnya berkurang menjadi satu tahun penjara.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here