BERBAGI

Lampung Selatan,(Ekstranews.com) —  Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Lampung Selatan pada kamis (17/1).

Dalam kunjungan ini Komisi X DPR RI membahas tentang dampak tsunami selat Sunda terhadap sektor parawisata di kabupaten Lampung Selatan bersama dengan pemerintah daerah setempat.

Rombongan komisi X DPR RI dipimpin oleh Djoko Udjianto dari fraksi Demokrat. Rombongan komisi X DPR RI ini diterima oleh plt bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

Djoko Udjianto mengatakan secara khusus komisi X DPR RI menyampaikan keprihatinannya terhadap bencana tsunami selat Sunda di Lampung Selatan yang menelan korban meninggal lebih dari 120 orang.

“Kita dari komisi X DPR RI sangat prihatin atas terjadinya tsunami selat Sunda akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Tsunami ini betul-betul tidak ada tanda-tandanya,” kata dia.

Menurutnya, andai di daerah pesisir Lampung Selatan ini dipasang alat pendeteksi tsunami early warning system tentu dampak dari peristiwa tersebut bisa diminimalisir.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, kedatangan komisi X DPR RI ke kabupaten Lampung Selatan ingin melihat dampak dari tsunami terhadap sektor parawisata daerah.

Ia mengatakan Lampung Selatan memiliki potensi pengembangan wisata pantai yang sangat baik. Mengingat kabupaten ini memiliki panjang garis pantai yang mencapai lebih dari 180 kilometer.

“Tadi kita sudah mendapatkan paparan, dampak dari tsunami ini cukup dirasakan sektor parawisata. Nilai kerugian dari kerusakan mencapai Rp 6 miliar lebih”

“Nilai kerugian dari loss kunjungan mencapai Rp 1 miliar lebih. Total nilai kerugian mencapai 8,5 miliar,” terang dirinya.

Djoko mengatakan hasil dari kunjungan komisi X DPR RI ke kabupaten Lampung Selatan ini nantinya akan menjadi bahan saat komisi X melakukan rapat bersama dengan Kementerian Parawisata.

“Kita ingin sektor parawisata di Lampung Selatan bisa bangkit kembali,” kata dia.

Sementara itu plt bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan ada beberapa objek wisata dan juga hotel yang berada di kawasan pesisir terkenda dampak dari tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.

“Pada sektor parawisata dampaknya sangat dirasakan. Karena cukup banyak objek-objek wisata di sepanjang pesisir, terutama di Rajabasa dan Kalianda dan Bakauheni yang terkena dampak dari tsunami,” kata dirinya.

Menurutu Nanang, selain dampak langsung pada kerusakan sarana dan prasarana wisata.

Tsunami selat Sunda juga telah menurunkan jumlah kunjungan wisatawan. Ini tentu memukul objek wisata pantai yang tidak terkena dampak kerusakan pada tsunami selat Sunda lalu.

“Kita berharap ada dukungan dari komisi X kepada pemerintah kabupaten Lampung Selatan untuk kembali membangkitkan sektor parawisata daerah ini,” terang Nanang. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here