BERBAGI

Lampung Tengah (Ekstranews.com) —  Komisi I DPRD Lampung Tengah (Lamteng) menemukan banyak perusahaan di Kabupaten setempat yang berdiri tanpa memiliki plang nama. Dewan meminta dinas terkait melakukan penertiban.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Lamteng Jahri Efendi saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Penanaman Modal Satu Pintu Terpadau (DPMSTP) setempat kemarin.

Jahri mengatakan ada indikasi perusahaan yang tidak memiliki plang nama itu ilegal. Selain itu kata Politisi PAN ini, meskipun tanpa plang nama, perusahaan-perusahaan tersebut tetap dipungut pajak.”Kenapa bisa tidak ada plang nama,? ini artinya ijin mereka belum lengkap, ini bisa kita sebut ilegal, cabut saja izinnya” kata Jahri.

Jahri meminta DPMSPT untuk turun kelapangan melakukan kroschek, dan mendata perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki plang nama. Ia juga menghimbau para pelaku usaha di Lamteng untuk menaati peraturan yang ada. “Kita juga akan panggil Dinas Pendapatan, kita mau tanyakan perusahan itu benar membayar pajak atau tidak,”ungkapnya.

“Sementara Sekretaris DPMSPT Ahmad Nizar usai rapat enggan memberikan komentar terkait perihal tersebut, kepada para pewarta.”Nanti sama Kepala Dinas saja. Saya takut salah, soalnya saya baru dua bulan menjabat (Sekretaris),”ujarnya.

Untuk Diketahui, Kabupaten Lampung Tengah begitu kaya akan hasil bumi, hal ini banyak mengundang orang untuk mendirikan perusahaan pengolahan sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, perusahaan kayu dan perusahaan pengolahan sumber daya alam lainnya.

Sejatinya hal tersebut dapat menjadi penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Namun pada kenyataannya tidak demikian, tidak sedikit perusahaan pengolah sumber daya alam di daerah ini yang berlaku curang.

Untuk menghindari prosedur perizinan dan pajak, oknum pemilik perusahaan melakukan berbagai muslihat, salah satunya dengan tidak memasang plang nama perusahaan ditempatnya berkantor, selalu berpindah-pindah tempat, sehingga sulit terdeteksi keberadaannya oleh pemerintah setempat.

Para pengusaha begitu jeli memanfaatkan kelemahan petugas, bahkan diduga banyak kantor perusahaan yang sudah puluhan tahun beroperasi di Lampung Tengah namun tanpa tersentuh petugas pajak dan perizinan karena mengontrak rumah pribadi untuk kegiatan perkantorannya dan tentusaja tanpa memasang plang nama perusahaan.(advetorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here