BERBAGI

Lampung Tengah (Ekstranews.com) —  Akibat runtuhnya jembatan penghubung antara Kecamatan Seputih Mataram dan Seputih Raman di Lampung Tengah (Lamteng) turut berdampak terhadap perekonomian warga sekitar.

Seperti diungkapkan Supangat (50) warga Kecamatan Seputih Mataram. Pengusaha isi ulang air mineral ini harus merogoh kocek tambahan pascaputusnya jembatan itu.

Pasalnya, selama ini dia mendistrubusikan air isi ulangnya di wilayah Kecamatan Seputih Raman. Jembatan ini menjadi jalur alternatif satu-satunya menuju ke Seputih Raman.

“Ini jalan satu-satunya ke Raman (Seputih Raman). Memang ada jalan lain (Lintas Timur) tetapi memakan waktu dua jam untuk sampai disini (Seputih Raman),” ujarnya, Selasa, 12 Ferbruari 2019.

Pascaputusnya jembatan ini, Supangat harus menyewa kendaraan roda tiga (Bentor) untuk mendistribusikan barang dagangannya.

“Pengeluaran jadi bertambah, karena mobil tidak bisa melintas di sini. Saya sewa bentor satu hari Rp 100 ribu untuk mengantar air isi ulang ke pelanggan. Kalau tidak begini, pelanggan bisa setop,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkab Lampung Tengah berjanji akan melakukan renovasi jembatan tersebut tahun ini juga.

Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Lamteng mengatakan, kondisi jembatan yang berada di antara Kampung Ramayana Kecamatan Seputih Raman dan Kampung Rejo Sari Kecamatan Seputih Mataram sudah tua dan saatnya dilakukan perbaikan.

“Jembatan itu sudah tua dan memang kita rencanakan untuk diganti dengan jembatan baru tahun ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, jembatan penghubung antara Kecamatan Seputih Raman dan Seputih Mataram itu, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Jembatan penghubung itu roboh akibat terkikis air. Atas inisiatif warga setempat, jembatan itu dibangun dengan anyaman bambu secara swadaya. Meskipun sudah diperbaiki seadanya saja, kondisi ini sangat berbahaya. (sbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here