BERBAGI

Lampung Selatan,(Ekstranews.com) —  Ide untuk memulai sebuah kegiatan usaha kreatif bisa muncul dari kondisi di sekeliling kita.

Namun, tidak banyak orang yang menyadarinya.

Hal itulah yang dilakukan Obing.

Memiliki jiwa wirausaha dan peka terhadap peluang usaha kreatif, warga Way Lubuk, Kalianda, Lampung Selatan ini sejak lima bulan terakhir mengembangkan usaha kreatif.

Ia memproduksi sepatu dan sandal hak tinggi alias high heels.

Obing juga membuat tas wanita dan kopiah dari bahan tapis.

Kepada Tribunlampung.co.id, pria kelahiran 1977 ini sedikit berbagi pengalaman memulai usaha industri kreatifnya.

Ide tersebut muncul saat Obing menghadiri sebuah pesta pernikahan.

Ia melihat banyak wanita yang mengenakan kain dan selendang tapis.

Tetapi, mereka tidak memakai alas kaki dan tas yang senada.

Obing pun melihat itu sebagai peluang usaha.

Ia langsung menuangkan idenya itu ke dalam sepatu, sandal, dan tas bermotif tapis.

Usaha ini mulai dirintis sejak Oktober 2018 lalu.

“Awalnya saya melihat beberapa wanita yang datang ke pesta menggunakan pakaian khas Lampung dengan kain tapis. Tetapi sepatu atau sandal hak tingginya bukan motif yang sama. Begitu juga tasnya. Seperti kurang match. Lalu timbul ide untuk membuat sebuah usaha kreatif sepatu, sandal, dan tas dengan motif tapis,” beber Obing, Minggu, 17 Maret 2019.

Sebelumnya, Obing mengaku cukup lama merantau ke Jakarta.

Pengalamannya bekerja di perusahaan sepatu dan industri rumah tangga itulah yang membuatnya berani merintis usaha ini.

Bahkan, saat ini Obing kerap mendapat pesanan cetakan sepatu.

“Berbekal keahlian inilah, saya memulai merintis usaha kreatif ini. Beberapa bahan saya beli langsung di Jakarta,” kata dia.

Pemasaran ditangani oleh sang adik, El Husen.

Mereka mengusung merek Indah Tapis untuk produknya.

Mereka memasarkan produk melalui media sosial Facebook dan Instagram.

Namun, ada pula produk yang dijual secara langsung di rumah yang kini disulap menjadi bengkel usaha.

El Husen menambahkan, penjualan produk sepatu dan sandal hak tinggi rata-rata terjual 25-30 pasang per bulan.

Sedangkan untuk tas sekitar 10 buah per bulan.

Untuk pemesanan, sejauh ini memang terbanyak masih di wilayah Lampung.

Tetapi juga ada pemesan dari luar daerah, seperti Bogor, Bandung, dan Batam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Selatan Qorinilwan mengatakan, pihaknya telah merangkul Obing untuk bergabung ke Dekranasda.

“Kita telah mengajak (Obing) untuk ikut mengisi Dekranasda. Produk-produknya bisa dipajang dan dijual di gerai Dekranasda,” ujar dia.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan Noviar Akmal memberikan apresiasinya terhadap usaha kreatif yang dikembangkan Obing.

Ia berharap produk ini bisa menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Noviar melihat produk tas, sepatu, dan sandal motif tapis yang diproduksi Obing cukup bagus kualitasnya.

Hanya, perlu ada sentuhan lanjutan agar produk yang dihasilkan lebih elegan.

“Kita akan men-support kegiatan usaha kreatif seperti ini, sehingga bisa berkembang dan menjadi produk unggulan yang pemasarannya luas ke depan,” tandasnya.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here