BERBAGI

Lampung Barat,(Ekstranews.com) — pemberangkatan jamaah umroh kabupaten Lampung Barat yang dibiayai pemkab Lambar kemungkinan ditunda setelah hari raya idul fitri juni mendatang,hal ini disebabkan adanya kendala rekam Biometrik .

Syafruddin,Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Pemkab Lambar kepada medinaslampungnews.co.id,senin 15/04/2019,mengatakan hingga saat ini pembuatan paspor jamaah umroh belum selesai.

“Proses pembuatan paspor agak terhambat karena harus rekam biometrik. Semua jamaah harus melakukan Rekam biometrik ini,karena ini aturan baru dari pemerintah arab saudi,” ungkap Syafruddin.

pihaknya tengah berusaha agar semua kendala bisa teratasi sebelum masuk bulan puasa,”kita akan kejar semoga sebelum puasa ini bisa selesai,jika bulan puasa belum juga teratasi kemungkinan habis lebaran jemaah baru kita berangkatkan,” tambahnya

Lebih jauh Syafruddin menerangkan, sejak 24 September 2018 lalu, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan pemberlakuan aturan rekam biometrik (sidik jari dan gambar wajah) untuk keperluan visa ke Arab Saudi.

Pelayanan aturan ini telah diberlakukan secara resmi sejak 17 Desember 2018 di sejumlah perusahaan swasta asing bernama VFS-Tasheel yang sudah tersedia di 34 lokasi.

Aturan ini telah diketahui oleh seluruh calon jamaah umrah serta agen travel yang menyediakan perjalanan umroh dan haji.

Seperti diketahui, sejak era mantan Bupati Lambar 2 periode Drs.Mukhlis Basri 2007 – 2017, di mulai dari tahun 2008 Pemkab Lampung Barat memberangkatkan 100 orang warga Lambar untuk melaksanakan ibadah umroh setiap tahun, yang dibiayai oleh pemkab lambar.

Warga yang berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh tersebut berasal dari berbagai kalangan, antara lain Pengurus Masjid, Masyarakat Miskin, Tokoh Masyarakat, PNS, Guru Sekolah, Guru Ngaji, dan dari berbagai kalangan lainnya yang dianggap layak mendapatkan kesempatan umroh gratis.

“Selain ibadah umroh, ada 8 kuota wisata religi bagi warga non muslim lambar. Masing-masing diambil 2 orang dari setiap pemeluk agama non muslim, yakni 2 orang warga beragama Kristen Protestan, 2 orang beragama Katolik, 2 orang beragama Hindu dan 2 orang beragama Budha. Rencananya wisata religi akan mengambil lokasi yang berbeda disesuaikan dengan agama yang dianut warga yang berangkat. Untuk yang beragama Hindu rencananya akan kita berangkatkan ke negara India, Sedangkan untuk yang beragama Budha ke negara Thailand, dan untuk agama kristen protestan/katolik rencananya akan berangkat ke Yerusalem,” pungkas Syafruddin. (mds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here