BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) — Demi menekan tingkat inflasi dan stabilisasi harga komoditas bahan pokok terutama bawang putih, daging ayam, telur ayam, cabai merah dan daging sapi, TPID dan Satgas Pangan Provinsi Lampung menggelar penetrasi pasar di beberapa titik di Bandar Lampung.

Lokasi pelaksanaan penetrasi pasar ini adalah di Pasar Panjang(15 dan 24 Mei 2019), Pasar Tugu (15 dan 28 Mei 2019), Pasar Pasir Gintung (17 dan 24 Mei 2019) dan Pasar Kangkung (17 dan 28 Mei 2019).

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam mengatakan, beberapa komoditi yang disediakan selama penetrasi pasar adalah cabai merah, beras medium, bawang putih, minyak goreng, daging ayam, telur ayam dan daging sapi.

Komoditi tersebut, lanjut dia, ditawarkan di bawah harga pasar yakni cabai merah Rp 18 ribu per kilogram, beras medium Rp 8.500 per kilogram, bawang putih Rp 30 ribu per kilogram.

Kemudian minyak goreng Rp 9.000 per liter, daging ayam Rp 26 ribu per kilogram, telur ayam Rp 21 ribu per kilogram dan daging sapi Rp 112 ribu per kilogram.

Ia menambahkan, hasil evaluasi Bank Indonesia KPw Provinsi Lampung, pada bulan April 2019 tingkat inflasi kota Bandar Lampung mencapai 0,69 persen, mengalami kenaikan bila dibandingkan bulan Maret 2019.

“Untuk itu, Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah berupaya untuk menekan, agar inflasi bulan Mei tidak sebesar bulan April. Beberapa komoditi yang disurvei yakni daging ayam, telur ayam ras, bawang putih, cabe merah dan daging sapi,” jelasnya saat ditemui pada pelaksanaan Penetrasi Pasar di Pasar Panjang, Rabu (15/5/2019).

Dengan berbagai upaya, salah satunya penetrasi pasar, pemerintah daerah dan stakeholder terkait dapat bersama-sama menekan angka inflasi Kota Bandar Lampung dari peringkat ke-10 dari 82 kota yang diamati di Indonesia ke level yang lebih rendah pada Mei 2019 nanti.

Saat ini, penetrasi pasar masih difokuskan di Kota Bandar Lampung, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di Kota Metro sebab dua kota tersebut yang tingkat inflasinya disurvei BPS.

Satria Alam menambahkan, kehadiran penetrasi pasar ini diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok secara perlahan.

“Tapi saya tadi masuk dan tanya harga sudah mulai turun, misalnya telur ayam Rp 21 per kilo, di dalam masih Rp 22 ribu per kilo. Tapi itu masih bisa dimaklumi, karena mereka juga kan harus mencari untung. Karena kita nggak bisa juga memaksa mereka untuk menurunkan harga tapi mereka jadi rugi,” imbuh dia.

Sama halnya seperti bawang putih karena dikirim dari Cina, kalau memang masih ditemukan harganya Rp 35-36 ribu per kilogram masih dikatakan dalam batas normal karena mereka (pedagang) juga harus dapat untung.

Terkait dengan stok yang disediakan dalam penetrasi pasar di Pasar Panjang hari ini, yang tersedia adalah bawang putih 500 kilogram, telur ayam 1 ton, cabai merah 100 kilogram, daging 200 kilogram, beras medium 1 ton, telur ayam 1 ton (untuk berikutnya).

Stok juga sama untuk setiap pasar yang diadakan penetrasi pasar ini.

“Kita sudah rapat dengan pengusaha dan distributor, mereka siap. Karena selain penetrasi pasar, mereka siapkan pasar murah juga dalam rangka bulan Ramadan, dan menjelang Idul fitri. Jadi stok siap,” lanjut Satria.

Pemerintah berharap kepada para pedagang distributor jangan memanfaatkan kesempatan dengan adanya penetrasi pasar maupun pasar murah ini sedangkan pembeli juga diimbau agar jangan membeli melebihi dari kebutuhan.

“Jadi sama-sama bijak. Jangan ada penimbunan, karena pemerintah terus berupaya untuk menyiapkan stok. Harapan kita harga barang kebutuhan pokok dapat terkendali, baik dalam bulan Ramadan maupun menjelang lebaran nanti,” pungkas dia.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here