BERBAGI

Bandar Lampung,(Ekstranews.com) — Menjelang Lebaran, petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung dipastikan tidak ada yang ambil cuti.

Ini untuk memaksimalkan penanganan masalah sampah terutama saat libur Lebaran.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Bandar Lampung Ismet Saleh mengatakan, pihaknya mengantisipasi peningkatan volume sampah yang bakal terjadi saat libur Idul Fitri.

Bahkan diakuinya, sejak awal Ramadan juga sudah terjadi peningkatan volume produksi sampah.

Indikasinya karena banyak masyarakat yang berbelanja, selain itu bermunculannya pedagang takjil dimana-mana. Sehingga saat subuh ketika sampah sudah diangkut, keluar lagi sampah baru di pinggir jalan protokol.

“Kita udah angkut, keluar lagi sampahnya. Jadi petugas kebersihan baik dari dinas maupun UPT (unit pelayanan teknis) bakalan full (kerja) tidak ada yang ambil cuti Lebaran,” ungkapnya kepada Tribun, Sabtu (1/6/2019).

Contoh penumpukan sampah cukup banyak seperti di Jalan ZA Pagar Alam mulai gerbang masuk kota Bandar Lampung hingga Jalan Raden Intan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jend Sudirman dan Jalan Kartini. Pembagian tugasnya jalan protokol oleh petugas dinas lingkungan hidup, sementara petugas UPT menyisir yang ke dalam atau di lingkungan kecamatan.

Penyisiran di jalan protokol dimulai dari subuh pukul 04.30 WIB selesai pukul 10 pagi, kemudian sore hari pukul 15.00 WIB pulang magrib dan menyisir kembali malam hari pukul 20.00 WIB.

Sementara petugas UPT ini seperti di pasar dan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Mulai dari subuh hingga sore harinya.

“Namun petugas UPT juga ada yang ditugaskan menyisir kembali sampah jalan protokol, dari kami juga ada tim satgasnya yang bekerja mengecek kondisi jalan protokol di luar jadwal,” paparnya kepada Tribun, Sabtu (1/6/2019).

Petugas kebersihan dari DLH jumlahnya sekitar mencapai 170 orang. Sementara petugas UPT berbeda jumlahnya di tiap kecamatannya.

Paling banyak di Kecamatan Tanjungkarang Pusat yakni 90-an petugas karena banyaknya titik keramaian seperti kompleks pertokoan dan pasar juga sampah di lingkungan masyarakat yang harus disisir.

“Tanjungkarang Pusat wilayahnya banyak pasar seperti Pasar Tengah, terus Jalan Katamso, Pasar Gintung, dan lainnya. Penyisiran ada pakai pick up ada pakai tossa,” bebernya.

Di Bandar Lampung ada 21 UPT yang tersebar di tiap kecamatan dengan mobil dumptruck juga pickup hingga tossa roda tiga yang standby.

Puluhan petugas di tiap UPT ini ada yang tukang sapu, tukang angkut sampah, sopir, hingga pengawas.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here