BERBAGI

GUNUNG SUGIH (ekstranews.com) — Menjadikan Lampung Tengah aman, nyaman, maju dan sejahtera tak membutuhkan waktu yang terlalu lama, jika seluruh elemen bersinergi dan bekerja bersama.

Hal ini disampaikan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto beberapa waktu lalu. Menurut Bupati pihaknya banyak mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan agar cita-cita membawa Lamteng sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera segera tercapai.

“Tak perlu waktu yang terlalu lama, kalau semua berkerja sama, dengan satu niat, satu langkah, satu suara dan satu tujuan,” kata Bupati.

Komitmen bersama itu, menurut Bupati, menyangkut berbagai bidang kehidupan, baik pembangunan infrastruktur, kemajuan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Komitmen bersama diwujudkan dalam sebuah gerakan nyata berupa gotong-royong. Mulai dari gotong-royong memperbaiki infrastruktur, hingga bergotong-royong melakukan perbaikan di semua bidang.

“Itu sebabnya beberapa waktu terakhir kami terus mendorong kegiatan gotong-royong di masyarakat. Kita semua harus bekerja bersama,” kata Bupati Loekman.

Sementara itu, khusus di bidang keamanan, Polres merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lampung Tengah. Melalui kegiatan pengamanan di Poskamling, partisipasi aktif masyarakat dinilai efektif menekan tindak kejahatan.

Melalui jajarannya di Kepolisian Sektor (Polsek) dan Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh kampung, Polres Lamteng berupaya menghidupkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Sebagai bukti keseriusannya, setiap malam personil dari polsek memantau poskamling di wilayahnya secara bergantian.

Hal ini disampaikan Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, di kantornya beberapa waktu lalu. Menurut Kapolres, perbandingan jumlah personil kepolisian dengan jumlah penduduk Lamteng yang hampir mencapai 1,5 juta jiwa belum ideal. Maka, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan adalah langkah tepat.

Menurut Kapolres, melalui polsek-polsek dan Bhabinkamtibmas di kampung-kampung, kegiatan-kegiatan di Poskamling dihidupkan kembali. Bekerjasama dengan unsur pimpinan kecamatan yang lain, kapolsek bertanggungjawab membina dan memantau kegiatan masyarakat di poskamling, mulai dari bersama-sama menjaga keamanan hingga mengatasi berbagai persoalan sosial yang muncul.

“Kapolsek harus bekerjasama dengan unsur pimpinan kecamatan, sehingga struktur pemerintah sampai di tingkat kampung ikut bergerak mendorong masyarakat menghidupkan poskamling. Personil kami keliling memantau poskamling secara intens,” terangnya.

Menurut Kapolres, kegiatan pengamanan di Poskamling semakin efektif karena antara satu pos dengan yang lain bekerjasama, terutama ketika terjadi tindak kejahatan. Kepolisian mengarahkan agar setiap poskamling terkoneksi. Jadi, ketika ada tindak kejahatan, poskamling yang menjadi TKP menghubungi kepolisian dan poskamling-poskamling lain di sekitarnya, agar ikut memantau seandainya pelaku melewati wilayah mereka.

“Warga yang berjaga di poskamling yang berdekatan bisa berkomunikasi lewat telepon seluler. Mereka terkoneksi, sehingga pelaku kejahatan bisa dihadang dari segala penjuru,” kata Kapolres.

Selain upaya preventif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, upaya peningkatan kemampuan (skill), pengetahuan (knowledge) dan perilaku (attitude) personil kepolisian juga dilakukan. Polres menggelar pelatihan-pelatihan melalui Fungsi Sumda. Dengan begitu, kemampuan personil dari sisi teknik ungkap kasus maupun penyidikan meningkat. Peningkatan SDM personil juga didukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kami berupaya mengintensifkan personil dengan pelatihan-pelatihan. Dengan begitu, ada peningkatan jumlah kasus kejahatan yang terungkap,” tegasnya.

Penanganan secara serius seluruh tindak kejahatan adalah salah satu langkah antisipasi munculnya konflik horizontal. Sementara antisipasi sekaligus penegakan hukum juga dilakukan dengan cara patroli gabungan personil dari Polres, Polsek-polsek, Brimob dan TNI. “Patroli itu juga efektif menekan tindak kejahatan, terutama di jalur lintas sumatera dan jalur-jalur lain yang dipandang perlu,” kata Kapolres.

Pengaktifan kembali poskamling, peningkatan kualitas personil, dan patroli rutin dinilai efektif menekan angka kejahatan dan meningkatkan jumlah ungkap kasus.
Data Reskrim, pada Mei 2019 terjadi 40 tindak kejahatan dan menurun hanya 12 kejadian pada Juni 2019. Sebaliknya, ungkap kasus pada Mei hanya berkisar 48 persen, sedangkan pada Juni sampai 92 persen.

Kapolres mengimbau pemerintah memasang kamera pengawas (CCTV) di ruang-ruang publik. Selain itu pihaknya berharap program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat semakin banyak. Sebab kedua hal itu juga secara langsung mendorong peningkatan ungkap kasus dan menekan angka kejahatan.

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau untuk tetap waspada, berhati-hati dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Sementara kepada seluruh personil pihaknya meminta agar tetap semangat menjalankan pengabdian, terus meningkatkan diri agar kinerjanya semakin baik.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah di semua tingkatan dab bekerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat,” pungkasnya.(Advetorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here