BERBAGI

LAMPUNG (ekstranews.com) — Gubernur Arinal Djunaidi menyampaikan beberapa usulan saat menghadiri Konsultasi Regional (Konreg) untuk mensinergikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 dengan penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 di Hotel Adimulya Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (13-8).

Usulan tersebut disampaikan gubernur yang mencermati dokumen rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pertama, Gubernur Arinal mengusulkan terkait penanganan jalan nasional dan 14 gerbang tol di Lampung, harus terkoneksi dengan pusat-pusat perekonomian. Kemudian, peningkatan beberapa ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional. Lalu pembangunan gerbang tol khusus ke Pelabuhan Panjang.

“Hal ini mengingat posisi strategis Provinsi Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera memberi konsekuensi beban transportasi tinggi,” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur mengusulkan agar adanya peningkatan konektivitas transportasi kereta api. Seperti mempercepat pembangunan kereta api khusus dari Bandarlampung ke Bandara Radin Inten II.

Kemudian, mengembangkan Terminal Tipe A Rajabasa dengan fasilitas standar bandar udara. Pengembangan Bandara Internasional Radin Inten II.

“Selain itu, pembangunan Longcut Tegineneng – Tarahan, pembangunan doubletrack ruas batas Sumatera Selatan – Giham dan Kotabumi – Tarahan. Pembangunan jalur kereta api Tarahan – Pelabuhan Bakauhenni, serta reaktivasi jalur kereta api ke Pelabuhan Panjang guna mendukung konektivitas sebagai pelabuhan internasional,” jelasnya.

Mantan Sekprov Lampung itu juga mengusulkan memberikan dukungan penambahan alokasi program atau kegiatan bagi daerah penyangga ketahanan pangan Nasional.

“Hal ini mengingat Lampung yang juga merupakan penyangga ketahanan pangan nasional dan sebagai penghasil komoditas pertanian yang besar. Seperti ubi kayu (singkong), nanas, pisang, kopi, tebu, lada, padi, jagung, udang, dan sapi,” terangnya.

Gubernur juga menyampaikan terkait peningkatan industri pengolahan Lampung, peningkatan daya dukung lingkungan hidup (pemanfaatan sampah sebagai sumber energi, peningkatan daya dukung fungsi lindung, peningkatan daya dukung air permukaan).

“Mendukung pengarusutamaan ketangguhan dan pengurangan resiko bencana. Seperti pengadaaan alat early warning system (EWS) terutama di kawasan Selat Sunda dan kabupaten rawan bencana,” paparnya.

Tidak hanya itu, Gubernur juga menerangkan tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik di Lampung, pembangunan rumah susun untuk pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat, pengembangan sistem perkotaan sebagai wilayah metropolitan, dan peningkatan intervensi yang terintegrasi. Termasuk pemenuhan gizi dan sarana prasarana dasar.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam penyusunan RPJMN dan RPJMD harus bersinergi.

Sehingga, pembangunan nasional selama lima tahun mendatang dapat tercapai. “Perlu ada kesesuaian antara RPJMN dan RPJMD, supaya tujuan pembangunan lima tahun ke depan bisa tercapai,” terangnya.

Selain itu, Menteri PPN juga menyebutkan ada tujuh agenda pembangunan dalam rancangan awal RPJMN. Pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas.

Kemudian, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Mewujudkan pembangunan manuasia yang berkualitas dan berdaya saing. Membangun kebudayaan dan revolusi mental.

Lalu, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Terakhir, memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.

“Pembangunan lima tahun kedepan akan berfokus pada lima prioritas nasional sesuai arahan Presiden Terpilih yaitu terkait pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, mendorong investasi, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran,” terangnya.(hmc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here