BERBAGI

BANDAR LAMPUNG (ekstranews.com) — Sengketa lahan seluas 7,1 hektare di kawasan Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim, Bandarlampung, memasuki babak baru.

Pihak PT Way Halim Permai melaporkan bekas pegawainya ke polisi karena dinilai menghalangi eksekusi pengosongan lahan sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MA).

Menurut versi Direktur PT Way Halim Permai Tommy Soekianto Sanjoto, lahan yang sempat menjadi tempat penampungan sementara pedagang PKOR itu, disengketakan dengan bekas pegawainya, Aferri. 

Bekas pegawai Way Halim Permain itu, menurut Tommy, berusaha mengusai lahan seluas 7,1 hektare itu. “Namanya Aferri, dia ini berusaha menguasai tanah (lahan eks pedagang PKOR) ini, dan melakukan gugatan,” ujar Tommy, Kamis (19-9-2019).

Dia menuturkan, hasil gugatan tersebut sesuai dalam putusan kasasi MA bahwa sita eksekusi atas lahan tersebut diperbolehkan.

“Tapi kepemilikan tidak boleh, dan dia menyatakan telah menguasai tanah seluas 7,1 hektar tersebut,” begitu menurut Tommy seraya menunjukkan Surat Keputuan MA Nomor 174 K/Pdt/2019 yang menyatakan untuk mengosongkan siapa saja yang menduduki tanah yang menjadi objek sengketa.

Namun,Tommy membantah jika lahan itu menjadi sebuah lahan sengketa. Saat sita eksekusi lahan dari pedagang yang berlangsung beberapa waktu lalu sempat diwarnai perlawanan dari oknum yang menyewakan lahan tersebut.

Menurut cerita Tommy, Afferi melalui Yansori menyewakan lahan kepada para pedagang PKOR. “Atas perihal ini (perlawanan eksekusi lahan) saya laporan ke polisi, kami meminta polisi agar menindaklanjuti agar jelas,” tandasnya.

Berkas laporan tersebut tertuang dalam nomor polisi LP/B-1/3483/VIII/2019/SPKT/Resta Balam.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi membenarkan adanya laporan dari PT. Way Halim Permai tersebut.

Menurut Rosef, laporan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.(mmc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here