BERBAGI

LAMPUNG TIMUR (ekstranews.com) — Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjukrasa di Kantor Bupati Lampung Timur, Kamis (19-9-2019).

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur (Lamtim) mengusut dugaan penyimpangam penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) tahun 2019.

Faizal, dalam orasinya mengungkapkan indikasi penyimpangan itu antara lain, penyaluran bantuan pangan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan tidak sesuai dengan kualitas. 

Dia mencontohkan, beras kualitas medium yang di pasaran seharga Rp10 ribu/kg dijual dengan harga Rp12 ribu/kg. Kemudian, telur yang diterima keluarga penerima manfaat hanya enam butir dengan harga Rp1.500/butir.  Selain itu, E Warung yang ada diduga juga tidak sesuai dengan ketentuan. 

“Kami mendesak Bupati Lamtim segera menindaklanjuti dugaan penyimpangam itu,” kata Faizal. 

Kedatangan para pengunjukrasa itu diterima langsung Bupati Lamtim Zaiful Bokhari. “Kami segera menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi dugaan penyimpangan BPNT, kalau memang ada ASN Lamtim yang terlibat akan kami tindak tegas,” janji Zaiful didampingi Asisten I Tarmizi dan Kepala Dinas Kesbangpol Syahrul Syah saat berdialog dengan perwakilan pengunjukrasa di ruang kerja Bupati Lamtim.(nnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here