BERBAGI

LAMPUNG TENGAH (ekstranews.com) — Polisi berhasil menangkap tersangka pembegalan di Jalinsum Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, pada Juni 2019 lalu.

Karena melawan, tersangka bernama Adi Saputra (19) itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Edi Suhendra mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma menjelaskan, warga Kampung Gunung Batin itu ditangkap di kediamannya, Rabu (18/9/2019) lalu sekitar pukul 01.30 WIB.

Menurut Kapolsek, Adi Saputra merupakan rekan Usman yang sudah tertangkap seusai beraksi.

Saat ini Usman tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas III Gunung Sugih.

“Saat kejadian, pelaku (Adi Saputra) yang membawa motor, sementara Usman yang dibonceng. Usman terjatuh dari motor dan diamankan. Sedangkan Adi melarikan diri,” kata Iptu Edi Suhendra, Jumat (20/9/2019).

Berawal saat polisi mendapatkan informasi tersangka berada di rumah.

“Saat kami mendapatkan informasi pelaku pulang ke rumah, dini hari itu kita lakukan penangkapan. Namun, pada saat akan ditangkap pelaku melawan petugas, terpaksa kita lakukan tindak terukur di bagian kakinya,” beber Kapolsek.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa satu unit handphone Oppo A37 yang diduga kuat milik korban Widayati.

Dalam aksinya, ujar Edi Suhendra, tersangka memepet motor korban.

Setelah itu menarik paksa tas korban.

Setelah korban terjatuh, mereka melarikan diri.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku Adi Saputra dijerat pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Korban Widayati mengatakan, pembegalan yang menimpanya terjadi pada pukul 15.00 WIB.

Saat itu ia berboncengan dengan suaminya dari Lampung Timur menuju Tulangbawang Barat.

Begitu sampai di jembatan Kampung Gunung Batin Udik, dari arah belakang datang dua pria motor yang mengendarai motor.

Tidak lama setelahnya, satu pelaku menarik paksa korban hingga terjatuh.

Setelah itu, pelaku balik arah dan meninggalkan korban.

Suami korban memilih untuk menyelamatkan sang istri dan tidak mengejar para pelaku. Namun, karena ada sejumlah pengendara lainnya yang melintas, motor pelaku terjatuh dapat diamankan.

Pelaku Adi Saputra mengatakan, ponsel Oppo A37 milik korban dipakainya sendiri.

Sementara uangnya sudah habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Adi menjelaskan, begitu mengetahui rekannya Usman tertangkap, ia memilih untuk kabur.

Selama ini, Adi berpindah-pindah tempat guna menghindari kejaran polisi.

“Ke kampung lain (pindah-pindah tempat). Waktu itu saya yang bawa motor dan pegang tas (milik korban). Karena teman saya ketangkap, jadi saya menghindari polisi tidak tinggal di rumah,” ujar Adi di Mapolsek Terusan Nunyai.

Kepala Polres Lamteng Ajun Komisaris Besar I Made Rasma mengimbau pengendara untuk waspada, dan tidak membawa barang-barang berharga seperti tas dan lainnya, dengan cara diselipkan di tangan.

“Kalau bisa jangan diselempangkan. Dipangku saja (tas). Karena kita tidak tahu ada pelaku kejahatan yang mengincar barang-barang kita. Kita utamakan kewaspadaan saat di jalan raya,” jelas AKBP I Made Rasma.

Kapolres menjelaskan, setiap kejadian penjambretan atau aksi kriminalitas jalanan, supaya langsung dilaporkan ke kepolisian terdekat, guna dilakukan pengejaran para pelakunya.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here