BERBAGI

LAMPUNG TENGAH (ekstranews.com) — Lakukan ekspose perkara hasil Operasi Patuh Krakatau 2019, Minggu (15/9/2019), Polres Lampung Tengah sita 59 sepeda motor.

Barang bukti tersebut diamankan karena pengendaranya tak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, serta dicurigai sebagai hasil tindakan kejahatan.

Kapolres Lampung Tengah Ajun Komisaris Besar I Made Rasma menyatakan, selama Operasi Patuh Krakatau 2019 selama 14 hari, dan berakhir 11 September 2019, serentak seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, pada ekspose perkara juga pihaknya memperlihatkan blanko tilang serta barang bukti yang disita dari para pelanggar.

Tahun ini lanjut I Made Rasma, jajarannya menindak sebanyak 1817 pelanggar, dengan rincian 1.565 penindakan dengan menggunakan blanko tilang dan 252 teguran.

“Adapun penindakan dengan menggunakan blanko tilang tersebut berupa STNK (surat tanda nomor kendaraan), SIM (surat izin mengemudi) dan kendaraan bermotor (roda dua, roda empat serta roda enam),” terang I Made Rasma, Minggu 15 September 2019.

Pengendara roda dua mendominasi pelanggaran dengan jumlah 914 yang tilang. Jenis pelanggaran roda dua yang mendominasi selama berlangsungnya operasi adalah tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, syarat teknik dan layak jalan.

Tidak menyalakan lampu siang hari, surat-surat kelengkapan kendaraan, menggunakan Handphone saat mengemudi, serta pengendara ranmor di bawah umur.

“Untuk pelanggran roda empat atau lebih, tolat penindakan (tilang) sebanyak 651. Jenis pelanggaran yang mendominasi yakni tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman),”

“Muatan Over Loading, syarat teknik dan layak jalan, melawan arus, surat-surat kendaraan, menggunakan Handphone saat mengemudi, pengendara di bawah umur,” bebernya.

Sementara Kepala Satuan Lalu Lintas Ajun Komisaris Padil A Rohim menuturkan, untuk pengendara roda empat pihaknya menindak lima pengendara dalam kondisi mabuk.

Tak hanya itu, selama operasi juga pihaknya mendapati kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) sebanyak empat kasus, dengan rincian dua meninggal dunia dan dua luka berat, serta kerugian mencapai Rp 65 juta.

“Kami juga menyita barang bukti SIM 462 lembar, barang bukti STNK 1.044. Secara keseluruhan, semua pelanggaran mengalami penurunan hingga 5 persen dibanding tahun 2018 lalu,” katanya.

Padil mengimbau, masyarakat pengguna jalan raya untuk selalu patuh dan tertib berlalu lintas, stop pelanggaran, stop kecelakaan, serta mengutamakan keselamatan untuk kemanusian.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here