BERBAGI

PRINGSEWU (ekstranews.com) — Relawan Gerakan Literasi Lampung DR. Heni Amalia dipercaya menjadi pemateri dalam Diiskusi Gerakan Literasi yang digelar Pemkab Pringsewu bertempat di Rest Area Pringsewu, Sabtu (14/9/2019).

Diskusi diikuti dari berbagai kalangan diantaranya, Dinas Pendidikan, Perpustakaan, Kementerian agama, BPMP, Koperindag, Apdesi, MKKS, K3S, APSI, Perguruan Tinggi, pengusaha serta relawan literasi.

Wakil Bupati Pringsewu Dr. H Fauzi mengungkapkan, sebenarnya gerakan literasi secara nasional sudah diserukan sejak tiga tahun lalu. “Di Provinsi Lampung baru Lampung Barat yang satu satunya menjadi Kabupaten Literasi, saya berharap Pringsewu segera menyusul,” kata Fauzi.

Untuk itu, Fauzi mengajak seluruh peserta diskusi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya.
“Gerakan literasi merupakan program nasional jadi sangat menarik untuk diterapkan di Kabupaten Pringsewu. Oleh karena itu apa yang dijelaskan pemateri supaya kita tangkap dan dilaksanakan,” ujanya.

Sementara DR Heni selaku nara sumber mengungkapkan salah satu tujuan gerakan literasi agar masyarakat, khususnya anak anak tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatakan dan membaca buku buku sesuai dengan minatnya. “Sesuai undang undang maka wajib menyelenggarakan perpustakaan sampai ke tingkat desa,” paparnya.

Menurut Dosen UIN Raden Intan ini, gerakan literasi kadang sering di salah artikan para guru yakni menerapkan kepada siswanya membaca buku selama 15 menit sebelum mata pelajaran dimulai. “Dalam gerakan literasi harus bisa mencerdaskan anak anak lewat membaca serta memberi apresiasi kepada anak anak yang rajin membaca,” tegasnya.

Untuk menjadi kabupaten literasi, kata dia, harus diawali dengan membentuk tim gerakan literasi daerah yang melibatkan, Dinas Pendidikan, Kementerian agama dan Dinas Perpustaakan. Kemudian dibuat peraturan daerah, dianggarkan di APBD serta pelatihan SDM.

“Dan perlu dicatat bukan hanya sekolah saja yang butuh perpustakaan tapi rumah ibadah dan tempat umum harus tersedia pojok baca,” ungkapnya.

Sementara Kabid Perpustakaan Subur Setiyo Widodo mengaku keberadaan
literasi di Pringsewu sudah cukup baik.
Menurut dia perpustakaan yang terdata di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yakni ada 98 perpustakaan diantaranya 4 di kecamatan, 58 di pekon, 18 di Ponpes, 14 di rumah ibadah dan 4 perpustakaan di komunitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here