BERBAGI

PESAWARAN (ekstranews.com) — Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro tidak segan-segan memproses secara hukum bagi calon kepala desa (Kades) yang menyebarkan berita hoaks.

Popon mengatakan para calon kades dilarang saling serang dengan menggunakan cara kampanye hitam, dan juga menyebarkan berita bohong untuk mewujudkan salah satu calon tertentu melalui media apapun.

“Jangan menyebar fitnah atau berita hoaks, karena perbuatan tersebut sangat merugikan calon kades sendiri. Kita juga tidak akan segan memproses secara hukum bagi calon yang melanggar pidana, apakah itu terkait kejahatan IT maupun hal lain yang menyangkut perbuatan melawan hukum,” jelasnya. Selasa, 8 Oktober 2019.

Guna mengatasi hal tersebut, Kapolres berencana melakukan kunjungan ke desa pelaksana pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, seperti Desa Sungailangka dan Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan menjadi tujuan pertamanya.

“Kunjungan tersebut untuk memberikan masukan dan penegasan kepada masyarakat dan calon kades agar dalam melaksanakan pilkades, dapat berjalan dengan tertib dan aman serta tidak menimbulkan kerusuhan atas perbedaan pilihan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku, telah melakukan pemetaan daerah daerah yang berpotensi rawan kerusuhan dan tidak. Karena itu, pihaknya akan berikan masukan dan imbauan kepada masyarakat dan calon kades untuk tetap menjaga kondusifitas wilayahnya. “Calon kades dan pendukungnya harus siap kalah dan siap menang, jangan anarkis, nantinya, ketika ada persengketaan harus diselesaikan dengan kepala dingin dan tentunya melalui mekanisme yang telah ditentukan panitia,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pilkades serentak di Bumi Andan Jejama akan dilangsungkan pada 21 Oktober mendatang di 84 desa dari 144 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran.(pst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here